Ibu Sutima Dipulangkan ke Jember Setelah Terlantar Delapan Bulan di Malaysia

Surabaya, Jawa Timur | Sabtu, 1 November 2025 — Pemulangan WNI bernama Ibu Sutima ke Kabupaten Jember dilakukan setelah yang bersangkutan terlantar selama delapan bulan di Malaysia dengan pendampingan Tim Siaga MPPM.

Pemulangan Ibu Sutima merupakan hasil dari pendampingan dan penanganan kemanusiaan yang dilakukan oleh Tim Siaga Majlis Persatuan dan Persaudaraan Masyarakat Madura (MPPM). Setelah menerima laporan dari masyarakat, Tim Siaga MPPM bergerak cepat melakukan evakuasi, pendampingan perawatan, serta pengurusan administrasi yang diperlukan.

Seluruh dokumen perjalanan Ibu Sutima, termasuk Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP), diurus melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, serta pengurusan izin keluar resmi dari pihak Imigrasi Malaysia hingga proses kepulangan dapat dilaksanakan dengan lancar.

Ibu Sutima dipulangkan melalui penerbangan dari Kuala Lumpur dan tiba di Bandara Internasional Juanda Surabaya pada Sabtu siang, 1 November 2025. Setibanya di terminal kedatangan, beliau diserahkan langsung kepada pihak keluarga dalam suasana haru dan penuh rasa syukur.

Pihak keluarga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas pendampingan yang diberikan oleh MPPM.

“Kami sekeluarga mengucapkan terima kasih kepada MPPM, khususnya Tim Siaga, yang telah merawat, mendampingi, dan menghantar Ibu Sutima pulang dengan selamat. Semoga Allah SWT membalas segala kebaikan ini,” ujar perwakilan keluarga.

Ketua Tim Siaga MPPM, Ust. Zairi, menyampaikan bahwa proses pemulangan berjalan lancar berkat kerja sama berbagai pihak.

“Alhamdulillah, seluruh proses berjalan dengan baik. Kami mengucapkan terima kasih kepada KBRI Kuala Lumpur, para donatur, relawan, serta semua pihak yang telah membantu. MPPM akan terus hadir untuk mendampingi warga Indonesia yang membutuhkan di perantauan,” ungkap Ust. Zairi.

Pemulangan Ibu Sutima ini menjadi bagian dari komitmen MPPM dalam menjalankan misi kemanusiaan dan pendampingan bagi masyarakat Indonesia di luar negeri, khususnya mereka yang berada dalam kondisi darurat dan membutuhkan bantuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *