Remoh merupakan salah satu tradisi sosial masyarakat Madura yang hingga kini tetap hidup dan dijaga, termasuk di tanah perantauan. Di Malaysia, Remoh tidak hanya berfungsi sebagai ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi sarana memperkuat solidaritas, identitas budaya, serta rasa kebersamaan antar sesama perantau Madura.
Di lingkungan MPPM, tradisi Remoh dilaksanakan secara rutin setiap hari Sabtu dan Ahad. Kegiatan ini dilakukan secara bergiliran dari rumah ke rumah anggota. Pola bergilir tersebut mencerminkan nilai keadilan, kesetaraan, serta rasa memiliki yang kuat di antara anggota komunitas.
Remoh dijalankan dalam suasana sederhana namun penuh makna. Para anggota berkumpul untuk berbincang, bertukar informasi, serta membahas berbagai persoalan sosial dan kemasyarakatan. Iuran yang dikumpulkan bukan semata-mata bernilai ekonomi, melainkan menjadi simbol komitmen, tanggung jawab bersama, dan kepercayaan antar anggota.
Pada kesempatan kali ini, Remoh dilaksanakan di rumah H. Sayadi yang berlokasi di Subang. Kehadiran para anggota menunjukkan bahwa ikatan persaudaraan Madura tetap terjaga meskipun berada jauh dari kampung halaman. Remoh menjadi ruang untuk merawat nilai kebersamaan, menjaga marwah, serta memperkuat hubungan kekeluargaan di perantauan.
Dalam konteks kehidupan perantau, Remoh juga berperan sebagai benteng sosial. Melalui forum ini, anggota dapat saling membantu, bermusyawarah, dan mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi bersama. Tradisi ini sekaligus menjadi media pewarisan nilai-nilai budaya Madura agar tetap hidup dan dipahami oleh generasi berikutnya.
Bagi MPPM, Remoh bukan sekadar tradisi budaya, melainkan bagian dari fondasi kekuatan organisasi. Ia menghidupkan semangat persatuan dari akar rumput dan menjadikan organisasi tidak hanya berjalan secara struktural, tetapi juga kokoh secara kultural dan emosional.
Remoh membuktikan bahwa tradisi dapat berjalan seiring dengan kehidupan modern. Selama nilai kebersamaan, kepedulian, dan persaudaraan terus dijaga, Remoh akan tetap relevan dan menjadi penopang kekuatan masyarakat Madura di mana pun berada.
