Kuala Lumpur — Pengajian Isra Mi’raj digelar oleh komunitas Madura di kawasan Pantai Dalam, Kuala Lumpur, sebagai momentum mempererat ukhuwah Islamiyah serta memperkuat persatuan masyarakat Madura di perantauan.
Pengajian tersebut diselenggarakan oleh Ikatan Keluarga Madura (IKMA) Malaysia dan menghadirkan penceramah asal Surabaya, Indonesia, Habib Ubaidillah Al-Hambsyi. Acara berlangsung khidmat dan dihadiri oleh tokoh-tokoh masyarakat serta pengurus organisasi Madura di Malaysia.
Dalam tausiyahnya, Habib Ubaidillah Al-Hambsyi menyampaikan secara mendalam makna peristiwa Isra’ dan Mi’raj, yakni perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa hingga Sidratul Muntaha. Ia menegaskan bahwa peristiwa tersebut merupakan dasar penting dalam kehidupan umat Islam, khususnya terkait kewajiban shalat dan penguatan keimanan.
Menurutnya, nilai-nilai Isra’ Mi’raj sangat relevan bagi masyarakat Madura yang hidup di luar negeri, sebagai bekal spiritual untuk menjaga akhlak, persaudaraan, serta identitas keislaman di tengah kehidupan bermasyarakat.
Acara ini turut dihadiri Ketua Majlis Persatuan dan Persaudaraan Masyarakat Madura (MPPM), H. Bung Muhdar, bersama Sekretaris Jenderal MPPM, Ust. Abdul Kholik. Kehadiran pimpinan MPPM tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan yang memperkuat persaudaraan masyarakat Madura di Malaysia.
Selain itu, pengajian ini juga dihadiri Koordinator Forum Komunikasi Organisasi Masyarakat Madura (F-KOM), Ust. Mayuri Ahmad, beserta para ketua organisasi yang tergabung dalam F-KOM. Kehadiran lintas organisasi ini mencerminkan soliditas dan komitmen bersama dalam menjaga persatuan komunitas Madura.
Pengajian Umum Isra’ Mi’raj tersebut ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan, keberkahan, serta persatuan masyarakat Madura di Malaysia dan di tanah air Indonesia.Komunitas Madura di Malaysia Gelar Pengajian Isra’ Mi’raj
