Kebakaran menghanguskan rumah setinggan di Jalan Klang Lama Kuala Lumpur

Kebakaran menghanguskan rumah setinggan di Jalan Klang Lama Kuala Lumpur

MPPM NEWS | Kuala Lumpur. Kebakaran jalan Klang Lama kembali terjadi pada Senin pagi 12/01/2026 sekitar pukul 9.00 waktu setempat, menghanguskan enam rumah setinggan dan menyebabkan puluhan WNI asal Madura kehilangan tempat tinggal.


Berdasarkan informasi yang diterima, seluruh penghuni rumah setinggan tersebut merupakan warga negara Indonesia (WNI) asal Madura. Akibat kebakaran itu, sekitar 40 orang terdampak dan kehilangan seluruh harta benda, bahkan dilaporkan hanya tinggal sehelai pakaian di badan.


Dalam peristiwa tersebut, satu orang korban mengalami luka bakar serius, yakni Dahri, warga Madura, yang pada saat kejadian tengah tertidur di dalam rumahnya. Korban mengalami luka melecur di separuh badan akibat terperangkap api dan kini menjalani perawatan intensif di rumah sakit setempat.


Salah seorang korban kebakaran, Kholis, menuturkan bahwa api muncul secara tiba-tiba dan dengan cepat membesar.

“Kejadiannya begitu saja, api langsung membesar. Dugaan sementara berasal dari sambungan listrik,” kata Kholis.


Warga menyebutkan bahwa kebakaran di lokasi tersebut bukan kali pertama terjadi, sehingga menimbulkan kekhawatiran berulang bagi para penghuni yang sebagian besar bekerja di sektor informal.

Himbauan dan Kepedulian Kemanusiaan


Menanggapi peristiwa tersebut, MPP⁠M mengimbau seluruh pihak, khususnya komunitas Madura di perantauan, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama terkait instalasi listrik yang tidak standar.


MPP⁠M juga mengajak masyarakat, relawan, dan dermawan untuk turut memberikan bantuan kemanusiaan kepada para korban, baik dalam bentuk tempat tinggal sementara, pakaian layak pakai, makanan, maupun bantuan medis, guna meringankan beban para korban yang kehilangan segalanya.


“Solidaritas dan kepedulian bersama sangat dibutuhkan agar para korban dapat segera bangkit dan melanjutkan kehidupan mereka,” demikian himbauan MPP⁠M.


Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran, sementara proses pendataan korban terus dilakukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *