PUCHONG, SELANGOR (MPPM NEWS) — Majlis Persatuan & Persaudaraan Masyarakat Madura (MPPM) menggelar peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW secara internal yang diikuti oleh pengurus dan anggota MPPM. Kegiatan keagamaan ini diselenggarakan oleh Divisi Dakwah & Pendidikan MPPM dan berlangsung khidmat di Tapak Kedai/Restoran MPPM, Puchong, Selangor.
Peringatan Isra’ Mi’raj tersebut menjadi momentum penting bagi penguatan nilai keislaman, dakwah, dan ukhuwah islamiyah di lingkungan internal organisasi. Acara ini dihadiri para ulama, sesepuh MPPM, serta seluruh jajaran pengurus MPPM dari berbagai tingkatan kepengurusan.
Sejumlah ulama yang hadir dalam kegiatan tersebut di antaranya RKH Basyori Alwi, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Basyiroh Pontianak, serta RKH Ahmad Muddatsir, Pengasuh Pondok Pesantren Sumberdhuko, Pakong, Pamekasan. Kehadiran para kiai dan sesepuh ini menambah kekhidmatan sekaligus memperkuat nilai spiritual dalam peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang dilaksanakan MPPM.
Rangkaian acara diawali dengan doa pembuka yang dipimpin oleh RKH Ahmad Muddatsir. Dalam khidmat nasehatnya, beliau mengajak seluruh pengurus dan anggota MPPM untuk senantiasa mengirimkan doa kepada para leluhur dan orang tua, di mana pun berada. Menurut beliau, tradisi mendoakan para pendahulu merupakan bagian dari adab dan identitas masyarakat Madura yang harus terus dijaga, khususnya oleh masyarakat Madura yang hidup di perantauan.
Pada kesempatan tersebut, RKH Ahmad Muddatsir juga menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar MPPM yang tetap istiqamah memperingati hari-hari besar Islam, termasuk Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Hal ini dinilai sebagai wujud komitmen MPPM dalam menjaga nilai-nilai keislaman dan tradisi keagamaan di tengah dinamika kehidupan masyarakat Madura di Malaysia.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua Umum MPPM, H Bung Muhdar. Dalam sambutannya, ia menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Divisi Dakwah & Pendidikan MPPM serta seluruh panitia yang telah menyukseskan peringatan Isra’ Mi’raj ini. Ia menegaskan bahwa kegiatan yang dilaksanakan secara internal ini bukan sekadar seremoni, melainkan sarana konsolidasi spiritual dan penguatan kebersamaan antar pengurus dan anggota MPPM.
Menurut Ketua Umum MPPM, peristiwa Isra’ Mi’raj mengandung pesan mendalam tentang pentingnya menjaga kualitas shalat lima waktu sebagai fondasi utama kehidupan beragama dan berorganisasi. Ia berharap nilai-nilai tersebut dapat terus diimplementasikan dalam setiap aktivitas MPPM.

Selanjutnya, rangkaian acara organisasi dilanjutkan dengan prosesi serah terima aset berupa satu unit komputer riba (laptop) untuk mendukung kebutuhan Divisi Pengembangan Organisasi MPPM. Berita acara serah terima dibacakan oleh Sekretaris Jenderal MPPM, Abdul Kholik. Setelah dibacakan dan ditandatangani, aset tersebut secara simbolis diserahkan oleh Ketua Umum MPPM H. Bung Muhdar, didampingi Wakil Ketua Azisul, dan diterima langsung oleh Ketua Divisi Pengembangan Organisasi MPPM Adi Kurnia.
Serah terima aset ini diharapkan dapat menunjang penguatan administrasi, dokumentasi, serta program-program strategis organisasi dalam rangka meningkatkan profesionalisme dan tata kelola MPPM ke depan.
Puncak acara peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW diisi dengan tausyiah yang disampaikan oleh RKH Basyori Alwi. Dalam tausyiahnya, beliau menguraikan secara runtut peristiwa Isra’ dan Mi’raj Rasulullah SAW, mulai dari perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga peristiwa Mi’raj ke Sidratul Muntaha. Beliau menegaskan bahwa dalam peristiwa tersebut ditetapkan kewajiban shalat lima waktu yang menjadi tiang agama dan kewajiban utama umat Islam.
Setelah tausyiah selesai, rangkaian acara dilanjutkan dengan pembacaan sholawat Mahallul Qiyam yang dipimpin oleh Ust Ahsan Nawawi. Seluruh pengurus dan anggota MPPM mengikuti lantunan sholawat dengan penuh kekhidmatan sebagai wujud kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.

Rangkaian peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW tersebut kemudian ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan, keselamatan, serta kekuatan iman bagi seluruh keluarga besar MPPM dan masyarakat Madura di perantauan.
Melalui kegiatan keagamaan ini, MPPM berharap dapat terus memperkuat peran dakwah dan pendidikan, meningkatkan soliditas internal organisasi, serta menjaga nilai-nilai Islam dalam kehidupan bermasyarakat, khususnya bagi masyarakat Madura yang bermukim di Malaysia.
