Konser Valen DA7 di Sampang Disorot Ulama Jelang Ramadan

Ulama dan habaib Sampang menyampaikan aspirasi terkait rencana konser Valen DA7 dalam audiensi di DPRD Sampang jelang Ramadan

Sampang ( MPPM NEWS) – Rencana penyelenggaraan konser musik Achmad Valen Akbar atau Valen DA7 di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, mendapat sorotan dari kalangan ulama dan habaib setempat.

Puluhan tokoh agama mendatangi DPRD Sampang pada Selasa (3/2/2026) untuk menyampaikan aspirasi terkait konser yang dijadwalkan berlangsung pada 14 Februari 2026.

Juru bicara Ulama dan Habaib Sampang, Habib Abdurrahman Al Khierid, menyampaikan bahwa kekhawatiran tersebut berkaitan dengan waktu pelaksanaan konser yang berdekatan dengan bulan suci Ramadan serta bertepatan dengan peringatan Hari Valentine.

Menurutnya, kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memicu aktivitas yang berpotensi melanggar norma agama, seperti campur baur (ikhtilat) antara laki-laki dan perempuan serta bentuk hiburan yang dinilai kurang pantas.

“Kami menilai kegiatan ini perlu dikaji dari sisi kemaslahatan. Apalagi waktunya sangat dekat dengan Ramadan, seharusnya masyarakat mulai diarahkan pada kegiatan yang lebih positif,” ujar Habib Abdurrahman usai audiensi.

Baca juga: Angin Kencang Rusak Belasan Rumah di Sampang dan Camplong

Para ulama dan habaib menegaskan bahwa aspirasi yang disampaikan bukan merupakan penolakan mutlak. Mereka menawarkan solusi agar kegiatan tetap dapat berjalan dengan penyesuaian konsep, yakni diarahkan pada kegiatan berselawat dan lagu-lagu bernuansa religi.

“Kami tidak menolak Valen sebagai sosok, terlebih beliau putra daerah Madura. Jika ingin menghadirkannya, silakan, namun konsep acara harus mengikuti norma agama. Kami khawatir jika tidak diatur dengan baik, akan muncul kegiatan serupa di tempat lain,” katanya.

Habib Abdurrahman juga menekankan pentingnya menjaga ketertiban sosial dan nilai keagamaan di tengah masyarakat, seraya mengingatkan peran ulama dalam dakwah dan pencegahan terhadap kemungkaran.

Sementara itu, perwakilan penyelenggara konser, Zakaria, menyatakan bahwa pihaknya memandang aspirasi para ulama dan habaib sebagai masukan konstruktif.

Ia menegaskan bahwa tidak ada larangan mutlak terhadap penyelenggaraan konser, melainkan permintaan penyesuaian agar kegiatan berjalan sesuai dengan norma agama dan budaya setempat.

“Intinya kami tidak dilarang. Kami hanya diminta menjaga norma agama. Masukan dari para ulama dan habaib akan kami aplikasikan, termasuk pengaturan kegiatan dan tata tempat,” kata Zakaria.

Terkait permintaan untuk mengubah keseluruhan konsep menjadi acara selawat, Zakaria menyebutkan bahwa hal tersebut masih akan dibahas bersama tim internal. Namun, ia memastikan bahwa Valen akan membawakan lagu-lagu bernuansa religi sebagai bentuk penghormatan menjelang Ramadan.

“Kami menghormati para ulama sebagai panutan masyarakat. Lagu-lagu islami akan dibawakan, dan seluruh masukan akan kami pertimbangkan secara serius,” ujarnya.

Baca juga: Kebanggaan Madura, Zaki Ubaidillah Juara Thailand Masters 2026

Baca juga: Ribuan Warga Indonesia Hadiri Majelis Sholawat Maulid Nabi dan Milad Perdana IKBASS Korda Klang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *