KUALA LUMPUR, MPPM NEWS — Perkumpulan Santri, Alumni & Simpatisan Al- Hamidy Banyuanyar (PERSABA) Malaysia menggelar Haul ke-93 KH Abdul Hamid bin Itsbat pada Ahad (8/3/2026) di Sekretariat PERSABA Malaysia, Surau Ikhwaniah, Kampung Segambut Tengah, Kuala Lumpur.
Acara ini dihadiri oleh para alim ulama, alumni, simpatisan Al-Hamidy Banyuanyar, serta masyarakat Muslim di sekitar Kuala Lumpur yang hadir untuk mengikuti rangkaian doa dan tahlil bagi para ulama yang telah wafat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan pembacaan tawassul yang dipimpin oleh Ustadz Sholehuddin. Para jamaah mengikuti tawassul dengan penuh kekhusyukan sebagai pembuka majelis sebelum dilanjutkan dengan rangkaian bacaan doa lainnya.
Baca juga: MPPM Gelar Buka Puasa Bersama, Peringatan Nuzulul Qur’an dan Santunan Anak Yatim di Kajang
Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan pembacaan Surat Yasin yang dipimpin oleh Ustadz Nawawi, Ketua IKBAS Malaysia. Bacaan Yasin diikuti oleh seluruh jamaah yang hadir sebagai bentuk doa bersama untuk para almarhumin.
Usai pembacaan Yasin, rangkaian acara dilanjutkan dengan pembacaan tahlil yang dipimpin oleh Kyai Badrut Tamam dari Pontianak, yang juga merupakan alumni Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata. Suasana majelis semakin khidmat ketika para jamaah bersama-sama melantunkan bacaan tahlil.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua PERSABA Malaysia, Ustadz Abdul Kholik, menyampaikan sambutan sekaligus menjelaskan manaqib singkat mengenai KH. Abdul Hamid bin Maulana KH. Itsbat.
Dalam sambutannya ia menjelaskan bahwa KH. Abdul Hamid merupakan putra dari KH. Itsbat, ulama besar yang menjadi pengasas dan cikal bakal berdirinya Pondok Pesantren Banyuanyar di Madura.
KH. Abdul Hamid dikenal sebagai ulama yang kuat dalam riyadhah dan tirakat. Dalam berbagai riwayat disebutkan bahwa beliau menjalani tirakat puasa selama kurang lebih 45 tahun, yang diniatkan sebagai doa bagi keluarganya, keturunannya, serta para santri yang menimba ilmu di pesantren.
Acara kemudian ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Ustadz Fahri. Para jamaah mengikuti doa bersama dengan penuh khusyuk memohon rahmat dan ampunan Allah SWT bagi para ulama dan kaum muslimin yang telah wafat
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama dalam suasana kebersamaan dan kekeluargaan. Setelah berbuka puasa, para jamaah melaksanakan shalat Maghrib berjamaah di Surau Ikhwaniah sebagai penutup kegiatan haul tersebut.
ÙBaca juga: Tadarus Ramadhan MPPM Capai Khataman Pertama di Pertengahan Ramadhan
