Haul ke-104 Syaichona Moh. Cholil Digelar di Malaysia, Ulama dan Tokoh Masyarakat Hadir

Jamaah menghadiri Haul ke-104 Syaichona Moh. Cholil Bangkalan di Surau Syaichona Moh. Cholil Malaysia Kuala Lumpur

KUALA LUMPUR, MPPM NEWS — Haul Syaichona Moh Cholil ke-104 digelar dengan penuh khidmat di Surau Syaichona Moh Cholil Malaysia, Taman Komersial Pandan Indah, Kuala Lumpur, Ahad (15/3/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri para ulama, pimpinan organisasi kemasyarakatan, serta tokoh masyarakat yang datang untuk mengenang jasa dan keteladanan ulama besar asal Bangkalan, Madura tersebut.

Peringatan haul ini juga menjadi momentum silaturahmi bagi masyarakat Madura dan umat Islam di Malaysia untuk kembali mengingat perjuangan serta warisan keilmuan Syaichona Moh. Cholil, yang dikenal sebagai salah satu ulama besar Nusantara dan guru dari banyak tokoh ulama terkemuka di Indonesia.

Baca juga: Jelang Lebaran, PMI Antre di Imigrasi Malaysia Ikuti Program Repatriasi Migran untuk Mudik

Sejumlah tokoh agama turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Habib Ahmad bin Hasan dari Bondowoso, Dr. Kyai Mohammad Mahbubi Ali, serta Habib Husnul Yaqin dari Ulu Langat.

Turut hadir pula Ketua IASS Malaysia Ust. Muarfa, Ketua ASSCHOL Malaysia Ust. Mayuri Ahmad, serta Sekretaris Jenderal Majlis Persatuan & Persaudaraan Masyarakat Madura (MPPM) Ust. Abdul Kholik, bersama para tokoh masyarakat lainnya.

Rangkaian acara diawali dengan pembacaan manaqib Syaichona Moh. Cholil yang mengisahkan perjalanan hidup, perjuangan, serta keistiqamahan beliau dalam menuntut dan menyebarkan ilmu agama.

Suasana khidmat terasa ketika para jamaah menyimak kisah-kisah keteladanan ulama besar tersebut yang telah memberi pengaruh besar dalam perkembangan pesantren serta keilmuan Islam di Nusantara.

Setelah pembacaan manaqib, acara dilanjutkan dengan pembacaan Surah Yasin dan tahlil yang dipimpin oleh Ust. Muarfa, Ketua Ikatan Alumni Sidogiri (IAS) Malaysia, sebagai bentuk doa dan penghormatan kepada Syaichona Moh. Cholil serta para ulama yang telah mendahului

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Kyai Mohammad Mahbubi Ali menyampaikan kultum yang menekankan pentingnya meneladani akhlak para ulama serta menjaga tradisi keilmuan yang diwariskan para pendahulu.

Dalam tausiyahnya, beliau juga mengingatkan tentang keutamaan ibadah, doa, serta memperbanyak amal kebaikan di bulan suci Ramadhan, terutama pada saat-saat terakhir Ramadhan yang penuh keberkahan.

Menjelang waktu berbuka puasa, acara dilanjutkan dengan doa bersama yang dipanjatkan untuk keberkahan umat serta agar nilai-nilai perjuangan ulama tetap hidup di tengah masyarakat.

Doa dipimpin secara bergiliran oleh para ulama yang hadir, dimulai dari Habib Husnul Yaqin hingga Habib Ahmad bin Hasan

Kegiatan kemudian ditutup dengan buka puasa bersama yang dilanjutkan dengan shalat Maghrib berjamaah, menambah suasana kebersamaan sekaligus mempererat ukhuwah di antara para jamaah yang hadir

Melalui kegiatan haul ini, diharapkan generasi muda dan masyarakat luas dapat terus mengenang serta meneladani perjuangan Syaichona Moh. Cholil Bangkalan dalam menyebarkan ilmu, menjaga akhlak, serta memperkuat persatuan umat Islam di berbagai penjuru dunia.

Baca juga: Zakat Fitrah Pakai Uang, Bolehkah? Penjelasan Fiqh Ulama dan Praktiknya di Malaysia–Indonesia

Baca juga: Polisi Tangkap Komplotan Pencuri Besi Tiang Pancang Jembatan Suramadu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *