Tradisi Remoh Perkuat Persaudaraan Masyarakat Madura di Malaysia

Masyarakat Madura di Malaysia mengikuti kegiatan tradisi Remoh di Kampung Teras Jernang, Bangi, Selangor, Ahad 21 Juni 2026.

BANGI, SELANGOR MPPM NEWS – Masyarakat Madura di Malaysia kembali menggelar tradisi Remoh di kediaman Bapak Rizki, Kampung Teras Jernang, Bangi, Selangor, Ahad (21/6/2026), sebagai upaya mempererat persaudaraan dan melestarikan warisan budaya leluhur di perantauan.

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan tersebut dihadiri masyarakat Madura dari berbagai wilayah di Malaysia. Selain menjadi ajang silaturahmi, Remoh juga menjadi wadah memperkuat solidaritas, kebersamaan, dan jaringan sosial di tengah kehidupan masyarakat perantauan.

Remoh merupakan salah satu tradisi khas masyarakat Madura yang telah diwariskan secara turun-temurun selama beberapa generasi. Tradisi ini dikenal sebagai sarana mempererat hubungan kekeluargaan, membangun komunikasi antarmasyarakat, serta memperkuat semangat gotong royong yang menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial masyarakat Madura.

Baca juga: Remoh Madura Satukan Perantau di Banting Selangor

Dalam perkembangannya, Remoh telah menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Madura, baik di tanah kelahiran maupun di berbagai daerah perantauan. Tradisi ini diketahui telah berlangsung sejak lama dan berkembang sebagai media komunikasi sosial, penguatan hubungan kekeluargaan, serta wadah membangun kebersamaan antarsesama masyarakat Madura.

Di sejumlah daerah di Madura, tradisi ini juga dikenal dengan sebutan To’Otok. Selain menjadi sarana silaturahmi, Remoh berkembang sebagai sistem gotong royong ekonomi dan sosial yang memperkuat hubungan antarmasyarakat. Dalam pelaksanaannya, para peserta saling memberikan dukungan dan kontribusi yang nantinya akan kembali dalam bentuk kebersamaan dan saling membantu ketika anggota lainnya menjadi tuan rumah kegiatan serupa.

Ketua Umum MPPM, H. Bung Muhdar, menilai pelestarian budaya merupakan salah satu elemen penting dalam menjaga identitas dan persatuan masyarakat Madura di luar negeri. Menurutnya, budaya tidak cukup hanya dikenang, tetapi harus terus dihidupkan dan diwariskan kepada generasi muda agar tetap lestari meskipun berada jauh dari tanah kelahiran.

Di lingkungan MPPM, tradisi Remoh dilaksanakan secara berkala setiap hujung minggu dengan mengikuti jadwal yang telah ditetapkan dan disepakati bersama. Pelaksanaannya dilakukan secara bergilir di kediaman anggota yang mendapat giliran sebagai tuan rumah.

Salah satu nilai utama yang ditekankan dalam tradisi Remoh adalah komitmen dan tanggung jawab bersama antaranggota. Melalui tradisi ini, setiap anggota didorong untuk menjaga semangat kebersamaan, saling membantu, serta memperkuat ikatan persaudaraan yang telah terjalin di perantauan.

Untuk memastikan tradisi tersebut terus berjalan dengan baik, pada setiap kawasan telah ditunjuk sesepuh atau koordinator kawasan yang bertugas menjaga komitmen anggota serta mengoordinasikan pelaksanaan Remoh. Peran mereka menjadi penting dalam menjaga kesinambungan tradisi sekaligus memperkuat solidaritas masyarakat Madura di kawasan masing-masing.

Pelaksanaan Remoh di kediaman Bapak Rizki berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mempererat hubungan persaudaraan, bertukar informasi, serta memperkuat semangat gotong royong yang selama ini menjadi salah satu kekuatan utama masyarakat Madura di perantauan.

Pelaksanaan Remoh yang berlangsung secara rutin setiap hujung minggu ini diharapkan terus menjadi wadah pemersatu masyarakat Madura di Malaysia sekaligus menjaga nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan persaudaraan yang telah diwariskan oleh para leluhur Madura dari generasi ke generasi.

(MPPM NEWS)

Baca juga: Tradisi Remoh Madura di Subang Pererat Persaudaraan Warga Perantauan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *