ALOR SETAR, (MPPM News) — Seorang pekerja konstruksi asal Indonesia dijatuhi denda 300 ringgit Malaysia serta diperintahkan menjalani kerja sosial selama enam jam setelah mengaku bersalah membuang puntung rokok di tempat awam di Alor Setar, Kedah.
Putusan tersebut dijatuhkan oleh Mahkamah Sesyen Alor Setar pada Senin (26/1/2026). Hakim N. Priscilla Hemamalini memutuskan hukuman itu setelah terdakwa Jufri Zulkifli (39) mengaku bersalah atas perbuatannya.
Peristiwa tersebut terjadi pada 1 Januari 2026 sekitar pukul 00.10 waktu setempat di kawasan Menara Alor Setar, ketika terdakwa membuang puntung rokok di area umum meskipun tempat sampah telah disediakan.
Baca juga: Nenek WNI Didenda RM5,000 kerana Tinggal tanpa Permit Sah di Malaysia
Mengutip laporan kantor berita Bernama, mahkamah turut memerintahkan Jufri menjalani kerja sosial selama enam jam, yang dilaksanakan selama satu jam per hari dalam tempoh dua bulan.
Jufri, yang berasal dari Aceh, Indonesia, merupakan terdakwa pertama yang diadili di negeri Kedah di bawah Seksyen 77A Akta Pengurusan Sisa Pepejal dan Pembersihan Awam 2007. Undang-undang tersebut memperuntukkan hukuman denda maksimum 2.000 ringgit Malaysia serta kerja sosial hingga 12 jam dalam tempoh tidak melebihi enam bulan.
Dalam pembelaannya, terdakwa menyatakan bahwa dirinya bekerja sebagai buruh konstruksi dengan penghasilan sekitar 80 ringgit Malaysia per hari dan menjadi tulang punggung keluarga, termasuk menanggung ibu serta anaknya.
Pendakwaan dalam perkara ini dikendalikan oleh pegawai dari Perbadanan Pengurusan Sisa Pepejal dan Pembersihan Awam (SWCorp), Nur Idayu Syazwani Mohd Arif.
MPPM menilai perkara ini sebagai peringatan penting bagi seluruh WNI di Malaysia agar lebih memahami dan mematuhi peraturan setempat, khususnya terkait kebersihan ruang awam. Selain aspek hukum, menjaga kebersihan merupakan nilai dasar dalam kehidupan bermasyarakat dan sejalan dengan ajaran agama, di mana kebersihan merupakan sebagian dari iman. Disiplin kecil di ruang publik menjadi cerminan sikap, tanggung jawab, serta maruah WNI di perantauan.
Sumber: Bernama
Baca juga: Ringgit Menguat, Kehidupan PMI di Malaysia Tidak Baik-Baik Saja
Baca juga: Anak WNI Kelompok Rentan Tak Wajib Lampirkan Surat Kelahiran JPN hingga Akhir April 2026
