KUALA LUMPUR — Ratusan warga Madura menghadiri kegiatan Gombak Bersholawat yang dirangkaikan dengan pelantikan pengurus Himpunan Alumni Santri dan Simpatisan Alkholily Jangkebuan (HASSAN) Malaysia. Acara tersebut digelar di Kampung Batu Muda Gombak, dan berlangsung khidmat serta tertib.
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi komunitas Madura di Malaysia, tidak hanya sebagai ajang pelantikan kepengurusan organisasi alumni pesantren, tetapi juga sebagai sarana mempererat ukhuwah Islamiyah dan persaudaraan antarwarga Madura di perantauan.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Alkholily Jangkebuan Bangkalan, KH Mukid bin KH Abdul Latif Cholily, serta Gus Alan Suud Maadi dari Pondok Pesantren Murtarsyidin Blega, Bangkalan. Kehadiran para ulama dari Madura ini disambut antusias oleh masyarakat yang datang dari berbagai kawasan sekitar Kuala Lumpur dan Selangor.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut bapak Taufik selaku Atase Riset Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, Tuan Haji Yayan bin Usman selaku Ketua Kampung Batu Muda Gombak, serta sejumlah tokoh masyarakat dan pimpinan organisasi Madura di Malaysia.
Dari unsur organisasi kemasyarakatan, tampak Ketua Majlis Persatuan dan Persaudaraan Masyarakat Madura (MPPM), H. Bung Muhdar; Koordinator Forum Komunikasi Organisasi Madura (F-KOM), Ust. Mayuri Ahmad; serta Sekretaris Jenderal MPPM Ust. Abdul Kholik. Hadir pula para ketua dan perwakilan organisasi yang tergabung dalam F-KOM sebagai bentuk dukungan dan sinergi antarormas Madura di Malaysia.
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan sholawat bersama yang diikuti ratusan jamaah, dilanjutkan dengan prosesi pelantikan pengurus HASSAN Malaysia. Suasana semakin khidmat saat KH Mukid bin KH Abdul Latif Cholily menyampaikan tausiyah. Dalam ceramahnya, beliau mengisahkan perjalanan hidup Syaikhona Cholil Abdul Latif sejak masa kecil.
KH Mukid menjelaskan bahwa Syaikhona Cholil Bangkalan pertama kali membangun rumah dan pusat aktivitas keilmuan di kawasan Jangkebuan, Bangkalan, sebelum kemudian berpindah ke Demangan. Dari tempat inilah lahir tradisi keilmuan dan dakwah yang kemudian memberi pengaruh besar terhadap perkembangan Islam di Nusantara.
Syaikhona Cholil Bangkalan dikenal sebagai salah satu ulama besar Madura yang memiliki peran penting dalam sejarah keilmuan Islam Indonesia. Atas jasa dan kontribusinya yang besar bagi bangsa dan umat, beliau telah dianugerahi gelar Pahlawan Nasional.
Melalui kegiatan Gombak Bersholawat dan pelantikan pengurus HASSAN Malaysia ini, komunitas Madura di Malaysia menegaskan komitmennya untuk terus menjaga nilai-nilai keagamaan, tradisi pesantren, serta memperkuat persatuan dan persaudaraan masyarakat Madura di perantauan.
