Pamekasan, MPPM News – Majelis Keluarga Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum Panyepen menyampaikan ucapan terima kasih kepada berbagai pihak atas bantuan, kepedulian, dan doa menyusul peristiwa kebakaran di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Panyepen pada Jumat (6/2) malam.
Dalam pernyataan resminya, Majelis Keluarga Pengasuh menyampaikan terima kasih kepada para masyayikh, tokoh ulama sekitar, Pemerintah Kabupaten Pamekasan, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Pamekasan dan Kabupaten Sampang, serta seluruh masyarakat atas bantuan, kepedulian, dan doa yang diberikan terkait musibah tersebut.
“Kami atas nama keluarga besar Pondok Pesantren Miftahul Ulum Panyepen mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para masyayikh, tokoh ulama sekitar, Pemerintah Kabupaten Pamekasan, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Pamekasan dan Kabupaten Sampang, serta seluruh masyarakat atas bantuan, kepedulian, dan doa yang diberikan,” demikian pernyataan Majelis Keluarga Pengasuh.
Baca juga: Kebakaran Ponpes Miftahul Ulum Panyepen Pamekasan, 13 Lokal Pondok Tibyan Terbakar
Berdasarkan laporan awal yang diterima pihak pesantren, kebakaran tersebut mengakibatkan sejumlah bangunan di area Asrama Ma’had Tibyan terbakar. Bangunan yang terdampak meliputi 12 asrama santri, enam ruang kelas, satu kantin kecil, satu perpustakaan mini, serta 10 kamar mandi. Tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.
Sementara itu, Ustadz Misbah selaku perwakilan pengurus Pondok Pesantren Miftahul Ulum Panyepen menyampaikan bahwa berdasarkan dugaan awal, kebakaran diduga berasal dari tabung gas elpiji di area dapur/kantin, sebelum api menyebar ke bangunan lain di sekitarnya. Namun demikian, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari pihak berwenang.
“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa,” ujar Ustadz Misbah.
Pengurus Pondok Pesantren Miftahul Ulum Panyepen juga menyampaikan informasi resmi terkait kondisi santri pascakebakaran. Pengurus memastikan bahwa insiden kebakaran yang menimpa Asrama Ma’had Tibyan pada Sabtu (7/2/2026) tidak menimbulkan korban jiwa, dan seluruh pihak berada dalam kondisi selamat.
Sebagai langkah pengamanan, pengurus menetapkan kebijakan meliburkan sementara santri Ma’had Tibyan dan santri Kubar tingkat Ula. Para santri akan dipulangkan mulai Sabtu (7/2/2026) pukul 07.00 WIB. Adapun teknis penjemputan dilakukan oleh wali santri dengan membawa kartu identitas, berupa KTP atau Kartu Wali Santri, sesuai ketentuan yang ditetapkan pihak pesantren.
Pengurus berharap seluruh wali santri dan masyarakat dapat memahami kebijakan tersebut demi keselamatan santri serta kelancaran pemulihan aktivitas pendidikan di lingkungan Pondok Pesantren Miftahul Ulum Panyepen.
Baca juga: Ulama Madura Raih Doktor Predikat Tertinggi di Al-Azhar Kairo
Baca juga: Pemkab Pamekasan Sambut Hadiatullah, Doktor Terbaik di Tianjin University
