SAMPANG, (MPPM NEWS) – Misteri penemuan kerangka manusia yang menggegerkan warga Desa Tambaan, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, akhirnya terungkap. Kepolisian Resor (Polres) Sampang berhasil mengidentifikasi identitas korban dan menyerahkannya kepada pihak keluarga pada Selasa (27/1/2026) sore.
Berdasarkan keterangan resmi Polres Sampang, korban diketahui bernama Fauzan, laki-laki, lahir di Sampang pada 1 Juli 1995, dengan alamat Sidoyoso Kali Selatan 17, Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Simokerto, Kota Surabaya.
Kasi Humas Polres Sampang AKP Eko Puji Waluyo mengatakan, Satreskrim Polres Sampang bersama tim Inafis dan Dokpol Polda Jawa Timur melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) lanjutan pada Selasa (27/1) pagi.
“Dalam penyisiran ulang di lokasi penemuan di Dusun Gayam, petugas kembali menemukan sisa rangka tulang yang diduga kuat milik korban,” ujar Eko, Rabu (28/1/2026).
Baca juga: Buang Puntung Rokok di Alor Setar, WNI Didenda RM300 dan Jalani Kerja Sosial
Setelah temuan tersebut, tim gabungan melakukan ekshumasi atau pembongkaran makam terhadap kerangka yang sebelumnya sempat dikuburkan di pemakaman umum Kek-kekek, Jalan Pajudan.
“Seluruh tulang kemudian dibawa ke RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang untuk dilakukan autopsi ulang serta penyusunan struktur tulang sebelum diserahkan kepada pihak keluarga,” katanya.
Sementara itu, Muslik, mertua korban yang datang langsung dari Surabaya, mengungkapkan awal mula pihak keluarga mengetahui identitas korban.
“Informasi pertama saya terima dari anak saya (istri korban) yang berada di Malaysia. Ia melihat foto penemuan kerangka itu dan mengenali jaketnya,” ujar Muslik.
Muslik kemudian memastikan langsung ke Polres Sampang.
“Setelah dicek, ternyata benar. Dari jaket, ikat pinggang, hingga sandal yang dikenakan korban,” katanya.
Ia menambahkan, korban dilaporkan hilang kontak sejak November 2025. Saat itu, Fauzan pamit hendak pulang ke Desa Prajjan, Kecamatan Camplong, namun tidak pernah sampai ke tujuan.
“Tidak pernah sampai, hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi tinggal tulang belulang,” ujarnya.
Meski identitas korban telah diketahui, penyebab pasti kematian Fauzan hingga kini masih belum dapat dipastikan. Kepolisian masih mendalami modus dan motif di balik peristiwa tersebut.
Pantauan di lokasi, proses penyerahan kerangka dilakukan di ruang jenazah RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang kepada Muslik sebagai perwakilan keluarga. Disaksikan penyidik Unit Pidana Umum Satreskrim dan Sie Dokkes Polres Sampang, jenazah kemudian dibawa ke Surabaya untuk dimakamkan secara layak.
Bca juga: Nenek WNI Didenda RM5,000 kerana Tinggal tanpa Permit Sah di Malaysia
Baca juga: Wabup Sampang: Arah Pembangunan Kabupaten Akan Bergeser ke Wilayah Barat
Baca juga: Diduga Jadi Kurir Sabu, Dua Pemuda di Sampang Ditangkap Polisi
