Kunjungan KH. Moh Amin Rifqi ke MPPM, Tekankan Pentingnya Kepedulian Sosial

KH. Moh Amin Rifqi disambut pengurus MPPM dalam kunjungan silaturrahim di Kantor MPPM

KUALA LUMPUR (MPPM NEWS) — Majelis Persatuan & Persaudaraan Masyarakat Madura (MPPM) menerima kunjungan silaturrahim KH. Moh Amin Rifqi, Pengasuh Pondok Pesantren Mauidzatul Amin Bunangkah Tengah, Pegantenan, Pamekasan, di Kantor MPPM, Sabtu (31/1/2026).

Kedatangan KH. Moh Amin Rifqi disambut oleh pimpinan dan jajaran pengurus MPPM.

Sambutan pembuka disampaikan oleh Sekretaris Jenderal MPPM, Abdul Kholik, yang sekaligus memperkenalkan MPPM sebagai wadah persatuan masyarakat Madura di perantauan serta menyampaikan apresiasi atas kehadiran KH. Moh Amin Rifqi.

Dalam tausiah dan nasihatnya, KH. Moh Amin Rifqi menyampaikan apresiasi atas terbentuknya MPPM dan menyebut keberadaan organisasi tersebut sebagai langkah yang luar biasa dalam membangun persatuan masyarakat Madura di perantauan. Beliau juga mengapresiasi peran dan aktivitas MPPM yang dinilainya aktif dalam kerja-kerja sosial.

Bahkan, menurut KH. Moh Amin Rifqi, kiprah MPPM kerap ia jumpai melalui media sosial.

“Setiap kali membuka media sosial, saya sering menjumpai aktivitas MPPM,” ujarnya.

Dalam penyampaiannya, KH. Moh Amin Rifqi mengutip firman Allah SWT dalam Surah Ali ‘Imran ayat 103:

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا

(Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai).

Beliau menjelaskan bahwa ayat tersebut menegaskan perintah menjaga persatuan dan larangan untuk terpecah belah dalam kehidupan umat dan organisasi.

KH. Moh Amin Rifqi juga mengutip Surah Al-‘Ashr secara lengkap:

وَالْعَصْرِإِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍإِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِوَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

Beliau menerangkan bahwa ayat tersebut memuat empat unsur, yaitu iman, amal saleh, saling menasihati dalam kebenaran, dan saling menasihati dalam kesabaran.

Menurut KH. Moh Amin Rifqi, makna wa ‘amilush shaalihaat tidak hanya berkaitan dengan kesalehan personal, tetapi juga mencakup perbuatan baik dalam hubungan sosial. Bentuknya antara lain saling membantu, saling menjaga, dan saling peduli terhadap sesama.

Beliau menegaskan bahwa kesalehan tidak berhenti pada ibadah individual, tetapi harus terwujud dalam kepedulian sosial. Prinsip tersebut, menurutnya, sejalan dengan perintah persatuan dalam Surah Ali ‘Imran ayat 103.

Selain itu, KH. Moh Amin Rifqi berharap agar MPPM tidak hanya mengayomi masyarakat secara individual, tetapi juga mengayomi berbagai organisasi dan komunitas Madura sebagai mitra dalam memperkuat persaudaraan dan kerja-kerja sosial.

Pada penutup tausiahnya, kegiatan dilanjutkan dengan sesi dialog. Menjawab pertanyaan Abdul Rahman mengenai hukum musik dangdut, KH. Moh Amin Rifqi menjelaskan bahwa tidak terdapat dalil Al-Qur’an yang secara eksplisit menyebutkan keharaman musik. Ia menyampaikan bahwa dalam persoalan musik terdapat perbedaan pendapat (khilafiyah) di kalangan ulama. Sebagian ulama memandang musik perlu dihindari sebagai bentuk kehati-hatian, sementara sebagian lainnya membolehkan dengan batasan tertentu. KH. Moh Amin Rifqi juga mengutip pandangan Imam Al-Ghazali yang menyatakan bahwa hukum musik bergantung pada fungsi dan dampaknya, apakah mengarah pada kemaksiatan atau justru mendorong kepada kebaikan.


Menjawab pertanyaan Sekretaris Jenderal MPPM mengenai cara menjaga semangat kebersamaan di tengah perbedaan latar belakang anggota, KH. Moh Amin Rifqi menegaskan bahwa MPPM harus bersikap mengayomi seluruh anggota tanpa membeda-bedakan. Menurutnya, keberagaman latar belakang sosial dan pendidikan merupakan keniscayaan dalam sebuah organisasi, sehingga tidak boleh ada anggota yang merasa disisihkan. Ia menekankan pentingnya sikap saling menghormati dan merangkul perbedaan sebagai dasar menjaga persatuan dalam organisasi.

“MPPM harus menjadi rumah bersama yang melindungi dan merangkul semua anggotanya,” ujarnya.

Kegiatan kunjungan silaturrahim tersebut berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh keakraban, serta ditutup dengan doa yang dipimpin oleh KH. Moh Amin Rifqi agar silaturrahim dan aktivitas sosial MPPM membawa keberkahan bagi organisasi dan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *