Tradisi Remoh Madura di Subang Pererat Persaudaraan Warga Perantauan

Tradisi remoh Madura di Subang bersama pengurus MPPM

Subang — Tradisi remoh Madura di Subang kembali menjadi sarana mempererat persaudaraan masyarakat Madura di perantauan. Kegiatan remoh kali ini digelar di rumah Bapak Muslimin, Subang, Ahad (21/12/2025), dengan dihadiri pengurus Majlis Persatuan dan Persaudaraan Masyarakat Madura (MPPM) serta warga Madura Subang dan sekitarnya.


Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Umum MPPM H. Bung Muhdar, Sekretaris Jenderal Ust. Abdul Kholik, Ketua Divisi Humas H. Marjudin, Ketua Divisi Pengembangan Ekonomi Bapak Asmawi, serta pengurus jajaran MPPM lainnya. Kehadiran para pengurus mencerminkan komitmen organisasi dalam menjaga persatuan dan memperkuat silaturahmi masyarakat Madura di perantauan.


Remoh yang berlangsung dalam suasana sederhana namun penuh kekeluargaan ini tidak hanya menjadi ajang berkumpul, tetapi juga ruang komunikasi sosial untuk saling mengenal, mempererat hubungan, serta menumbuhkan semangat kebersamaan dan gotong royong. Kegiatan tradisi remoh Madura di Subang ini menjadi bagian penting dalam menjaga nilai kebersamaan masyarakat Madura di perantauan.


Dalam sambutannya, Ketua Umum MPPM H. Bung Muhdar menekankan pentingnya kebersamaan sebagai sumber keberkahan. Ia mengutip pesan tentang nilai berjamaah dan silaturahmi.

“Alaikum bil jamaah, fa innal barakata ma‘al jama‘ah. Artinya, hendaklah kalian selalu berjamaah, karena sesungguhnya keberkahan itu ada dalam kebersamaan,” ujar H. Bung Muhdar.


Menurutnya, tradisi remoh merupakan wujud nyata nilai berjamaah dan silaturahmi yang perlu terus dijaga. Dengan berkumpul dan saling menyapa, masyarakat tidak hanya memperkuat persaudaraan, tetapi juga membuka pintu keberkahan dalam kehidupan bermasyarakat, khususnya bagi masyarakat Madura di perantauan.


Sementara itu, Bapak Muslimin selaku tuan rumah menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran para pengurus MPPM dan seluruh undangan.

“Alhamdulillah, saya bersyukur dan berterima kasih atas kehadiran para pengurus MPPM dan saudara-saudara semua. Remoh ini bukan sekadar tradisi, tetapi sarana untuk menjaga persaudaraan dan memperkuat silaturahmi. Di perantauan, kebersamaan seperti inilah yang menjadi tempat turunnya keberkahan,” ujarnya.


Ia berharap tradisi remoh terus dilestarikan sebagai bagian dari identitas dan budaya Madura, sekaligus menjadi perekat sosial yang menjaga kekompakan warga di tengah kehidupan perantauan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *