Kronologi WNI Terjun ke Tasik Cheras, KBRI Kuala Lumpur Ungkap Upaya Penyelamatan

Alt text: WNI terjun tasik Cheras Selangor operasi SAR JBPM

KUALA LUMPUR, (MPPM NEWS) – Peristiwa WNI terjun tasik Cheras di kawasan Bandar Tun Hussein Onn, Selangor, menjadi perhatian publik setelah seorang wanita warga negara Indonesia ditemukan meninggal dunia di Tasik Lake Valley

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur menjelaskan kronologi WNI terjun tasik Cheras tersebut agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Baca juga: MPPM Gelar Buka Puasa Bersama, Peringatan Nuzulul Qur’an dan Santunan Anak Yatim di Kajang

Berawal dari Laporan Warga ke KBRI

Menurut keterangan KBRI Kuala Lumpur, perempuan tersebut sebelumnya merupakan pekerja migran Indonesia yang melarikan diri dari majikannya di Johor.

Setelah meninggalkan tempat kerjanya, yang bersangkutan diduga berjalan kaki menuju Kuala Lumpur hingga akhirnya berada dalam kondisi terlantar di sekitar Tasik Lake Valley, Bandar Tun Hussein Onn, Cheras.

Keberadaan perempuan tersebut pertama kali diketahui setelah seorang warga tempatan mengirimkan laporan melalui email kepada KBRI Kuala Lumpur mengenai adanya seorang WNI yang terlihat terlantar di sekitar kawasan tasik tersebut.

Menindaklanjuti laporan itu, tim KBRI segera bergerak ke lokasi sebagai bagian dari upaya perlindungan terhadap warga negara Indonesia di luar negeri.

“Atas laporan warga tersebut, tim KBRI bergerak menelusuri keberadaan yang bersangkutan dengan tujuan menyelamatkan dan membawanya ke shelter KBRI sebelum diproses pemulangannya ke Indonesia,” ujar Atase Riset KBRI Kuala Lumpur, Bapak Taufiq Ismail.

WNI Panik dan Melompat ke Tasik

Namun ketika petugas KBRI tiba di lokasi untuk melakukan pendekatan, perempuan tersebut dilaporkan panik dan berusaha melarikan diri.

Dalam situasi tersebut, yang bersangkutan kemudian berlari menuju tasik dan melompat ke dalam air, sehingga terjadi insiden WNI terjun tasik Cheras yang kemudian memicu operasi penyelamatan oleh pihak berwenang Malaysia.

Operasi SAR Dilakukan JBPM

Sejumlah media tempatan melaporkan bahwa pihak Jabatan Bomba dan Penyelamat Malaysia (JBPM) menerima panggilan kecemasan sekitar pukul 4.35 petang (9/3/2026)

Operasi mencari dan menyelamat (SAR) kemudian dilakukan oleh pasukan penyelamat, termasuk Unit Pasukan Penyelamat di Air (PPDA).

Setelah beberapa jam pencarian, mangsa akhirnya ditemukan sekitar pukul 10.19 malam pada jarak kira-kira enam meter dari tebing tasik dengan kedalaman sekitar tiga meter.

Petugas perubatan kemudian mengesahkan bahwa mangsa telah meninggal dunia di lokasi kejadian.

Korban diketahui merupakan seorang perempuan WNI berusia sekitar 30-an tahun yang berasal dari Nusa Tenggara Timur.

KBRI Kuala Lumpur menegaskan bahwa kehadiran mereka di lokasi merupakan bagian dari upaya penyelamatan terhadap WNI yang dilaporkan terlantar.

Langkah tersebut merupakan prosedur perlindungan yang biasa dilakukan oleh perwakilan diplomatik Indonesia dalam menangani warga negara Indonesia yang mengalami kesulitan di luar negeri.

Baca juga: Nuzulul Quran Jadi Momentum PCINU Malaysia Resmikan Kantor Baru di Kuala Lumpur

Baca juga: PERSABA Malaysia Gelar Haul ke-93 KH Abdul Hamid bin Itsbat di Kuala Lumpur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *