PAMEKASAN | MPPM NEWS – Isak tangis ribuan petani tembakau pecah saat iring-iringan mobil H. Khairul Umam atau yang dikenal sebagai Haji Her tiba di Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, Minggu (12/4/2026).
Sejak pagi, ribuan petani telah memadati perbatasan Pamekasan-Sampang hingga halaman rumah Haji Her. Mereka datang dari berbagai daerah di Madura, mulai dari Pamekasan, Sumenep, Sampang, hingga Bangkalan, untuk menyambut kepulangan pengusaha tembakau tersebut usai memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta.
Pantauan di lapangan, massa mulai berdatangan sejak pukul 08.00 WIB dan berkumpul di sepanjang Jalan Raya Kecamatan Tlanakan. Sebagian datang menggunakan puluhan mobil dan ratusan sepeda motor. Selain petani, tampak hadir buruh pabrik rokok, masyarakat umum, dan sejumlah ulama.
Suasana haru memuncak ketika rombongan Haji Her memasuki Desa Blumbungan. Massa yang sejak pagi menunggu langsung berdesakan mendekat. Sejumlah petani berusaha memeluk Haji Her begitu ia turun dari mobil.
Baca juga: Ketua MPPM Sowan ke PPMU Panyeppen, Serahkan Donasi Tahap Pertama
Teriakan “Allahuakbar” dan lantunan selawat menggema di tengah kerumunan. Tangis para petani pecah karena haru melihat Haji Her kembali ke Pamekasan.
Haji Her tampak tersenyum dan terus melambaikan tangan kepada ribuan warga yang memenuhi halaman rumahnya.
Misnadi (47), petani tembakau asal Pamekasan, mengaku sengaja datang sejak pagi untuk menyambut Haji Her.
“Kami senang Haji Her bisa kembali ke Pamekasan. Secara sukarela kami berusaha menunggunya di sini,” ujarnya.
Menurut Misnadi, selama empat tahun terakhir para petani merasakan perubahan besar terhadap harga tembakau.
“Sejak adanya Haji Her, harga tembakau tidak pernah turun di bawah Rp50.000 per kilogram. Sebelumnya, petani sering merugi setiap musim panen,” katanya.
Misnadi menilai perubahan itu dirasakan hampir seluruh petani di Madura. Sebelum beberapa tahun terakhir, banyak petani kesulitan menjual hasil panen dan kerap merugi karena harga tembakau jatuh.
Hal serupa disampaikan Ernawati, petani asal Sumenep yang rela datang jauh-jauh demi melihat langsung kepulangan Haji Her.
> “Kami menangis karena haru Haji Her bisa pulang dengan selamat,” ucap Ernawati.
Menurut Ernawati, Haji Her bukan sekadar pengusaha rokok, tetapi sosok yang dianggap mampu mengangkat perekonomian petani tembakau di empat kabupaten di Madura.
“Selama empat tahun lebih kami sudah nyaman sejak harga tembakau berubah mahal,” tambahnya.
Petani lainnya, Sulaiman (51), mengaku prihatin setelah mendengar Haji Her dipanggil KPK. Menurutnya, banyak petani khawatir karena musim panen tembakau akan segera dimulai.
“Kami berharap tidak ada kabar sedih seperti ini lagi. Kami butuh makan dan kami butuh Haji Her tetap ada untuk petani,” ucap Sulaiman.
Sementara itu, Haji Her menilai penyambutan besar-besaran tersebut merupakan bentuk keresahan sekaligus dukungan para petani menjelang musim panen.
“Mungkin mereka resah karena sebentar lagi musim panen tembakau. Mereka memberi semangat kepada saya,” katanya.
Sebelumnya, Haji Her memenuhi panggilan KPK di Gedung Merah Putih, Jakarta, Kamis (9/4/2026). Ia diperiksa sebagai saksi dalam penyidikan kasus dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.
Hingga saat ini, belum ada keterangan yang menyebut Haji Her berstatus tersangka dalam perkara tersebut.
Baca juga : MPPM Protes Pernyataan Politikus PKS soal Ulama dan Pesantren Madura
Baca jiga: Akhirnya Minta Maaf, Aboe Bakar Akui Ucapannya Lukai Ulama dan Masyarakat Madura
