BANTING, SELANGOR | MPPM News – Tradisi remoh, salah satu warisan budaya masyarakat Madura, kembali digelar di perantauan pada Sabtu, 18 April 2026, di Lot 15498, Lorong Hjh Hanum, Jalan Desa Komandol, Bandar Saujana Putra, Banting, Selangor.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 10.00 pagi hingga 10.00 malam waktu setempat itu diselenggarakan oleh masyarakat Madura setempat dengan Bapak Moniri sebagai tuan rumah.
Remoh tersebut dihadiri warga Madura dari berbagai kawasan di sekitar Lembah Klang. Suasana penuh keakraban dan kekeluargaan tampak sepanjang kegiatan, mencerminkan eratnya persaudaraan masyarakat Madura meski berada jauh dari kampung halaman.
Baca juga: Tim SIAGA MPPM Evakuasi WNI Sakit dari Apartemen Lantai 7 di Petaling Jaya
Dalam tradisi masyarakat Madura, remoh merupakan pertemuan rutin yang diselenggarakan secara bergiliran oleh anggota komunitas. Setiap peserta biasanya ikut berpartisipasi dan berkontribusi secara sukarela, baik dalam bentuk materi maupun tenaga.
Selain menjadi ajang silaturahmi, remoh juga berfungsi sebagai wadah saling membantu, bertukar informasi, dan memperkuat hubungan antar sesama warga Madura di perantauan.
Di Malaysia, khususnya di Selangor dan kawasan sekitarnya, tradisi remoh tetap dipertahankan sebagai bentuk pelestarian budaya sekaligus sarana memperkuat solidaritas masyarakat Madura.
Bagi masyarakat Madura di perantauan, menjaga tradisi remoh bukan sekadar mempertahankan kebiasaan lama, tetapi juga menjadi cara menjaga jati diri dan nilai-nilai kebersamaan yang diwariskan para leluhur.
Kegiatan ini sejalan dengan semangat Majlis Persatuan & Persaudaraan Masyarakat Madura (MPPM) dalam memperkuat persatuan dan kepedulian sosial masyarakat Madura di Malaysia.
MPPM menjadi wadah yang menyatukan masyarakat Madura di Malaysia, mulai dari Bangkalan, Sampang, Pamekasan, hingga Sumenep, dalam semangat persaudaraan tanpa membedakan asal daerah.
Tetap berlangsungnya tradisi remoh di Banting menunjukkan bahwa nilai persaudaraan dan kebersamaan masyarakat Madura terus hidup dan tumbuh di mana pun berada.
Baca juga: MPPM Protes Pernyataan Politikus PKS soal Ulama dan Pesantren Madura
RBaca juga: MPPM Fasilitasi Pemulangan Jenazah PMI Asal Lumajang dari Malaysia
