PMI Sampang Sakit di Malaysia Dipulangkan MPPM

Seorang PMI perempuan asal Sampang duduk di kursi roda didampingi Tim SIAGA MPPM di Jabatan Imigresen Malaysia, Kajang, Selangor, sebelum dipulangkan ke Indonesia.

Kajang, Selangor | MPPM NEWS — Senin (20/4/2026) menjadi tahapan terakhir sebelum seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Sampang, Jawa Timur, dipulangkan ke tanah air setelah empat bulan sakit dan terlantar di Malaysia.

Majlis Persatuan dan Persaudaraan Masyarakat Madura (MPPM) melalui Tim SIAGA pada hari yang sama mendampingi Fatmawati (60) ke Jabatan Imigresen Malaysia di Kajang, Selangor, untuk mengurus pelepasan keimigrasian terakhir sebelum keberangkatannya ke Indonesia pada Selasa pagi.

Fatmawati merupakan warga Kelurahan Gunung Sekar, Kabupaten Sampang. Selama empat bulan terakhir, ia hidup sakit dan terlantar di Sungai Buloh, Selangor.

Fatmawati tinggal seorang diri di sebuah bilik sempit dalam kondisi memprihatinkan. Ia tidak lagi mampu berjalan dan sepenuhnya bergantung pada bantuan sesama WNI di sekitarnya untuk makan, ke kamar mandi, serta memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Baca juga: Pergi untuk Mengubah Nasib, PMI Asal Bekasi Ditemukan Terlantar di Sungai Buloh

Untuk berpindah tempat di dalam bilik, Fatmawati hanya mampu merangkak. Sementara biaya sewa tempat tinggal tidak lagi sanggup ia tanggung. Sebagian biaya terpaksa dibantu keluarganya di Sampang yang juga hidup dalam keterbatasan ekonomi.

Sekitar setahun lalu, Fatmawati berangkat ke Malaysia untuk bekerja sebagai tukang urut. Namun, kondisi kesehatannya terus menurun hingga akhirnya tidak lagi mampu bekerja.

Karena tidak sanggup membiayai perawatan maupun proses pemulangan, keluarga Fatmawati kemudian meminta bantuan kepada MPPM melalui Eko Purwanto dari Polres Sampang.

“Kami mewakili keluarga memohon bantuan kepada MPPM agar Ibu Fatmawati dapat dibantu dan diupayakan pemulangannya ke Indonesia. Kondisi beliau saat ini sudah sakit dan tidak mampu berjalan,” ujar Eko Purwanto.

Eko mengatakan, keluarga Fatmawati tidak memiliki kemampuan ekonomi untuk menanggung biaya pemulangan dari Malaysia ke Indonesia

“Pihak keluarga memiliki keterbatasan ekonomi sehingga tidak sanggup menanggung biaya dan proses pemulangan. Karena itu, kami berharap MPPM dapat membantu agar Ibu Fatmawati segera pulang ke kampung halamannya,” katanya.

Tim SIAGA MPPM tiba di lokasi pada Sabtu (18/4/2026) dan mendapati Fatmawati dalam kondisi sangat lemah serta tidak lagi mampu berdiri.

Sejak Sabtu (18/4/2026), MPPM mendampingi seluruh tahapan, mulai dari pengurusan administrasi, koordinasi dengan keluarga di Sampang, penyiapan transportasi dan tiket Malaysia Airlines, hingga membawa Fatmawati ke Jabatan Imigresen Malaysia di Kajang, Selangor, pada Senin (20/4/2026) untuk menyelesaikan pelepasan keimigrasian.

Pelepasan keimigrasian dilakukan karena status keimigrasian Fatmawati di Malaysia sudah tidak lagi memiliki izin tinggal yang berlaku. Karena itu, diperlukan proses pelepasan keimigrasian di Jabatan Imigresen Malaysia sebelum ia dapat dipulangkan ke Indonesia.

Fatmawati dijadwalkan berangkat pada Selasa (21/4/2026) pukul 07.25 pagi dari Bandara KLIA 1 menggunakan Malaysia Airlines. Ia diperkirakan tiba di Bandara Juanda, Surabaya, pukul 09.10 WIB sebelum melanjutkan perjalanan menuju kampung halamannya di Kabupaten Sampang, Jawa Timur.

“Saya ingin segera pulang dan bertemu keluarga. Terima kasih kepada semua yang sudah membantu saya,” ujar Fatmawati dengan suara pelan.

Ketua Tim SIAGA MPPM, Hozairi, mengatakan seluruh proses administrasi dan pelepasan imigrasi telah selesai.

“Proses pelepasan imigrasi sudah selesai dan tiket juga sudah ada. Besok pagi Ibu Fatmawati dipulangkan ke Indonesia. Kami akan terus mendampingi hingga beliau tiba dan berkumpul kembali dengan keluarganya di Sampang,” ujar Hozairi.

Hozairi juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu, terutama sesama WNI di Sungai Buloh yang selama berbulan-bulan merawat Fatmawati, keluarga di Sampang, Eko Purwanto dari Polres Sampang, serta anggota Divisi Perlindungan MPPM yang ikut membantu biaya pemulangan.

“Tidak semua PMI yang sakit memiliki keluarga yang mampu membiayai pemulangan. Karena itu, gotong royong dan kepedulian sesama sering kali menjadi satu-satunya harapan agar mereka tetap bisa pulang ke tanah air dengan layak,” kata Hozairi.

Baca juga: Tim SIAGA MPPM Evakuasi WNI Sakit dari Apartemen Lantai 7 di Petaling Jaya

Tim SIAGA MPPMBaca juga: MPPM Fasilitasi Pemulangan Jenazah PMI Asal Lumajang dari Malaysia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *