PMI Asal Sampang Fatmawati Akhirnya Dipulangkan MPPM

Fatmawati, PMI asal Sampang, duduk di kursi roda di Bandara Juanda Surabaya setelah dipulangkan dari Malaysia. Di belakangnya berdiri putranya Faisol dan Aipda Eko Purwanto.

SURABAYA | MPPM NEWS – PMI asal Sampang, Fatmawati, akhirnya dapat di pulangkan ke kampung halamannya setelah empat bulan hidup dalam kondisi sakit dan tak mampu berjalan di Sungai Buloh, Selangor, Malaysia.

Fatmawati tiba di Indonesia pada 21 April 2026 setelah melalui pendampingan Tim SIAGA dan Divisi Perlindungan MPPM Malaysia.

Fatmawati dipulangkan dalam kondisi lemah dan harus menggunakan kursi roda. Selama berada di Malaysia, ia diketahui mengalami sakit pada bagian lutut dan pinggul hingga tidak lagi mampu berjalan sendiri.

Ketua Tim SIAGA MPPM, Hozairi, bersama tim langsung mendampingi proses pemulangan sejak dari Sungai Buloh, pengurusan di Jabatan Imigresen Malaysia di Kajang, Selangor, hingga keberangkatan di bandara.

Hozairi mengatakan seluruh proses pelepasan imigrasi dan pemulangan berjalan lancar hingga Fatmawati akhirnya tiba dan kembali berkumpul dengan keluarganya di Sampang.

Baca juga: PMI Sampang Sakit di Malaysia Dipulangkan MPPM

Kepulangan Fatmawati tidak lepas dari peran anggota Satintelkam Polres Sampang, Aipda Eko Purwanto. Setelah menerima permintaan bantuan dari keluarga, Eko turut membantu proses pemulangan sekaligus menghubungkan keluarga Fatmawati dengan pengurus MPPM di Malaysia hingga Fatmawati akhirnya dapat dipulangkan.

Aipda Eko mengaku langsung tergerak membantu setelah menerima kabar kondisi Fatmawati dari keluarganya.

“Ketika melihat kondisi Ibu Fatmawati, saya langsung teringat ibu saya sendiri di rumah. Hati saya pilu. Karena itu saya segera menghubungi pengurus MPPM Selangor agar beliau bisa segera dibantu dan dipulangkan,” katanya.

Aipda Eko Purwanto turut mendampingi pihak keluarga menjemput Fatmawati setibanya di Bandara Juanda, Surabaya. Tangis pecah ketika sang putra, Faisol, akhirnya dapat kembali bertemu dengan ibunya setelah bertahun-tahun terpisah.

Sesaat setelah Fatmawati diterima keluarga di Bandara Juanda, Aipda Eko Purwanto menyampaikan ucapan terima kasih mewakili keluarga melalui rekaman video kepada seluruh pihak yang telah membantu proses pemulangan tersebut.

“Kami sekeluarga mengucapkan terima kasih kepada MPPM, terutama Tim SIAGA MPPM, dan semua pihak yang telah membantu proses pemulangan Ibu Fatmawati. Hanya Allah yang bisa membalas semua kebaikan ini. Semoga MPPM terus kuat dan terus mampu membantu PMI yang kesulitan di perantauan,” ujar Eko Purwanto mewakili keluarga dalam rekaman video tersebut.

Faisol, putra Fatmawati, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu proses pemulangan ibunya.

“Saya sebagai anak dari Ibu Fatmawati mengucapkan terima kasih kepada pengurus MPPM dan Pak Eko yang telah membantu hingga ibu saya bisa pulang. Semoga semua bantuan ini dicatat sebagai pahala dan mendapat balasan dari Allah SWT,” ujarnya.

Menurut Faisol, putra Fatmawati, ibundanya sudah dua kali bekerja di Malaysia. Pertama pada 2012 bersama sang suami, H. Nasar Muslim. Namun pada 2022 mereka pulang ke Indonesia karena kondisi kesehatan sang ayah menurun.

“Tiga bulan setelah pulang, abah meninggal dunia. Sejak itu ibu sering menyendiri. Karena terus merajuk dan diajak teman-temannya, akhirnya pada 2023 ibu kembali berangkat ke Malaysia,” tutur Faisol.

Sejak Desember 2025, kondisi Fatmawati mulai memburuk. Ia sakit-sakitan dan akhirnya terlantar karena tidak mampu lagi bekerja maupun berjalan. Keluarga di Sampang kemudian berusaha mencari bantuan agar Fatmawati bisa dipulangkan.

Faisol lalu menghubungi Aipda Eko Purwanto. Dari situlah proses komunikasi dengan MPPM Malaysia dimulai hingga akhirnya Fatmawati berhasil dipulangkan.

Faisol mengaku sangat terbantu karena proses pemulangan ibunya mendapat dukungan dari berbagai pihak.

“Pelayanannya luar biasa. Bahkan ibu diberi kursi roda sejak di Bandara Malaysia sampai Bandara Juanda,” kata Faisol.

Ia mengaku sangat bersyukur karena kali ini proses pemulangan ibunya jauh lebih mudah dibanding pengalaman keluarganya pada 2022.

“Saya hanya bersyukur ibu sudah pulang ke rumah. Semoga Allah memberi saya kesempatan untuk terus merawat dan mengabdi kepada ibu,” ucapnya.

Ketua Umum MPPM, H. Bung Muhdar, yang ikut mengantar dan melepas Fatmawati di Terminal 1 KLIA, Malaysia, menyampaikan rasa syukur karena Fatmawati akhirnya dapat pulang dan kembali berkumpul dengan keluarganya di Sampang.

“Alhamdulillah Ibu Fatmawati akhirnya bisa pulang dan kembali berkumpul dengan keluarganya. Kami berharap pemerintah daerah lebih peka terhadap warganya yang mengalami persoalan di luar negeri. Banyak PMI yang sakit dan terlantar, tetapi keluarganya tidak mampu mengurus proses pemulangan,” ujar H. Bung Muhdar.

Menurutnya, MPPM akan terus berupaya membantu PMI yang mengalami kesulitan di perantauan, tanpa membedakan asal daerah.

“Siapa pun warga Indonesia yang membutuhkan pertolongan di Malaysia akan kami bantu semampunya agar mereka tetap bisa pulang dan berkumpul kembali dengan keluarganya,” tegasnya.

Kisah kepulangan Fatmawati menjadi pengingat bahwa masih banyak PMI yang membutuhkan perhatian dan pendampingan. Di tengah kondisi sulit, kepedulian keluarga, aparat, dan organisasi masyarakat dapat menjadi jalan agar mereka bisa kembali ke tanah air.

Baca juga: Jangan Korbankan Anak PMI

Baca juga: Pergi untuk Mengubah Nasib, PMI Asal Bekasi Ditemukan Terlantar di Sungai Buloh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *