Kuala Lumpur | MPPM News — Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Majlis Persatuan & Persaudaraan Masyarakat Madura (MPPM) secara resmi membuka Pelayanan Pemulangan Jenazah PMI Malaysia–Indonesia sebagai bentuk komitmen kemanusiaan untuk membantu sesama Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang meninggal dunia di Malaysia.
Program pelayanan ini berada langsung di bawah koordinasi DPP Majlis Persatuan & Persaudaraan Masyarakat Madura (MPPM) sebagai bagian dari gerakan sosial dan kemanusiaan organisasi terhadap masyarakat migran Indonesia di Malaysia.
Peresmian sekaligus pelantikan tim pelayanan tersebut dilaksanakan pada 21 Maret 2026 bertepatan dengan acara buka puasa bersama keluarga besar MPPM serta peringatan Nuzulul Quran. Momentum tersebut menjadi awal lahirnya program kemanusiaan MPPM yang berfokus pada pendampingan PMI dalam kondisi duka dan darurat.
Baca juga: MPPM Tangani Pemulangan Jenazah PMI Asal Karang Penang, Sampang
Pelayanan ini dibentuk karena masih banyak PMI yang meninggal dunia di Malaysia namun mengalami kendala pemulangan akibat tingginya biaya, proses administrasi yang rumit, serta keterbatasan pendampingan kepada keluarga.
Melalui pelayanan ini, MPPM berupaya menghadirkan sistem pendampingan yang lebih praktikal, terkoordinasi, transparan, dan dapat dijangkau oleh masyarakat bawah agar keluarga PMI tetap mampu memulangkan anggota keluarganya ke tanah air dengan layak dan terhormat.
Dalam struktur pelayanan tersebut, Ghazali ditunjuk sebagai PIC Pelayanan, Abdul Kholik sebagai bagian Administratif, dan H. Mahrus sebagai bagian Keuangan. Seluruh proses pelayanan dijalankan dengan sistem koordinasi yang terstruktur, transparan, dan bertanggung jawab.

Ketua Umum MPPM, H. Bung Muhdar menegaskan bahwa pelayanan ini bukan dibentuk untuk mencari keuntungan, melainkan sebagai gerakan kemanusiaan untuk membantu sesama anak bangsa di perantauan.
“Banyak keluarga PMI yang kebingungan ketika menerima kabar duka dari Malaysia. Ada yang terkendala biaya, ada yang tidak memahami proses pengurusan, bahkan ada jenazah yang terlantar karena tidak ada pendampingan. Karena itu MPPM hadir untuk membantu menghadirkan jalan pulang yang lebih manusiawi bagi sesama anak bangsa,” ujar H. Bung Muhdar.
Ia juga menegaskan bahwa MPPM berupaya menekan biaya pelayanan serendah mungkin agar dapat dijangkau oleh keluarga PMI dari berbagai kalangan, khususnya masyarakat bawah.
“Tujuan kami bukan bisnis. Kami ingin biaya pengurusan ini lebih ringan agar keluarga tetap mampu memulangkan keluarganya dengan layak. Bahkan apabila terdapat lebihan dari operasional pelayanan, akan dialokasikan kembali untuk kegiatan kemanusiaan seperti pengurusan jenazah PMI yang tidak mampu atau tidak dituntut keluarga, PMI sakit terlantar, serta kondisi darurat kemanusiaan lainnya,” lanjutnya.

Selain pemulangan jenazah dari Malaysia ke Indonesia, pelayanan ini juga mencakup pendampingan dokumen rumah sakit, koordinasi dengan KBRI/KJRI, pengurusan penerbangan, ambulans, hingga pengantaran ke kampung halaman dan penyerahan kepada keluarga.
MPPM berharap pelayanan tersebut dapat menjadi salah satu bentuk solidaritas sosial bagi PMI Indonesia di Malaysia, khususnya dalam menghadapi situasi duka yang membutuhkan pendampingan cepat dan terorganisir.

Informasi & Pelayanan Pemulangan Jenazah PMI Malaysia–Indonesia:
Ghazali (PIC Pelayanan): +60 17-277 3973Abdul Kholik (Administratif): +60 11-2817 2600
Layanan siaga 24 jam Malaysia → Indonesia
Dengan dibukanya pelayanan ini, MPPM menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat migran Indonesia melalui gerakan yang berlandaskan nilai persaudaraan, kepedulian, dan kemanusiaan.
Baca juga: PMI Banyuwangi Meninggal di Malaysia, Sempat Terlantar, Jenazah Dipulangkan
