KUALA LUMPUR – Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Ulil Abshar Abdalla, melantik Pengurus Pimpinan Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Malaysia Masa Khidmat 2026–2028 di Hotel Adamson, Kuala Lumpur, Jumat (12/6/2026).
Pelantikan tersebut dihadiri oleh tokoh masyarakat, perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, jajaran badan otonom (Banom) Nahdlatul Ulama, pimpinan organisasi kemasyarakatan Indonesia di Malaysia, serta warga Indonesia dari berbagai wilayah di Malaysia.
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, Mahalul Qiyam, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan lagu kebangsaan Malaysia, serta Mars Syubbanul Wathan.
Ketua Panitia, Nur Alamin, mengucapkan terima kasih atas kehadiran seluruh tamu undangan dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia juga memohon maaf apabila terdapat kekurangan selama pelaksanaan acara.
Baca juga: Nuzulul Quran Jadi Momentum PCINU Malaysia Resmikan Kantor Baru di Kuala Lumpur
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Presiden PNUKS Malaysia, Kyai Ahmad Muidi, yang menjelaskan pentingnya kepatuhan terhadap peraturan dan perundang-undangan yang berlaku di Malaysia dalam menjalankan aktivitas organisasi. Ia menerangkan bahwa PNUKS Malaysia hadir sebagai badan yang menaungi PCINU Malaysia, sehingga program keagamaan dan kemasyarakatan PCINU Malaysia dapat dijalankan sesuai ketentuan yang berlaku.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan Pengurus PCINU Malaysia Masa Khidmat 2026–2028 oleh Wakil Sekretaris Jenderal PBNU, Kyai Ahmad Ginanjar Sya’ban. Setelah pembacaan surat keputusan, KH. Ulil Abshar Abdalla secara resmi melantik Pengurus PCINU Malaysia Masa Khidmat 2026–2028 dan memimpin pembacaan baiat sebagai tanda kesediaan pengurus menjalankan tugas kepengurusan selama masa khidmat yang baru.

Usai pelantikan, Ketua Tanfidziyah PCINU Malaysia, Ustaz Rudi Mahfud, menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya pelantikan Pengurus PCINU Malaysia Masa Khidmat 2026–2028. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada PBNU atas terbitnya Surat Keputusan (SK) kepengurusan yang telah dinantikan selama kurang lebih enam bulan.
Rudi Mahfud mengajak seluruh pengurus untuk menjaga kekompakan, memperkuat kerja sama, serta melanjutkan khidmat organisasi demi memperkuat pelayanan kepada masyarakat Indonesia di Malaysia.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Atase Kepolisian (ATPOL) KBRI Kuala Lumpur, Taufik Noor Isya. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan salam dan permohonan maaf dari Duta Besar Republik Indonesia untuk Malaysia yang berhalangan hadir. Ia juga mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik dan berharap pengurus yang baru mampu memperkuat peran PCINU Malaysia di tengah masyarakat Indonesia di Malaysia.

Pada sesi arahan, KH. Ulil Abshar Abdalla menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran Pengurus PCINU Malaysia Masa Khidmat 2026–2028. Ia juga menyampaikan salam dan permohonan maaf dari Ketua Umum PBNU, KH. Yahya Cholil Staquf, yang semula dijadwalkan hadir namun berhalangan karena kondisi kesehatan.
Ulil turut menyampaikan permohonan maaf atas proses penerbitan Surat Keputusan kepengurusan yang memerlukan waktu lebih panjang dari yang diharapkan. Menurutnya, hal tersebut merupakan bagian dari proses organisasi yang harus dilalui bersama.
Dalam arahannya, Ulil menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama yang telah berusia lebih dari satu abad mampu bertahan karena kuatnya peran ulama dalam menjaga persatuan, persaudaraan, dan nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin. Menurutnya, kemajuan bangsa tidak hanya ditentukan oleh ekonomi dan teknologi, tetapi juga oleh fondasi akhlak dan kebudayaan yang kuat. Tradisi menghormati ulama, lanjutnya, merupakan warisan berharga yang harus terus dijaga sebagai bagian dari pembangunan peradaban umat.

Kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Kyai Liling, kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah.
Berdasarkan Surat Keputusan yang dibacakan dalam acara tersebut, kepengurusan PCINU Malaysia Masa Khidmat 2026–2028 dipimpin oleh Ustaz Rudi Mahfud selaku Ketua Tanfidziyah. Kepengurusan tersebut terdiri atas unsur Mustasyar, Syuriyah, A’wan, dan Tanfidziyah, yang didukung oleh jajaran sekretariat, bendahara, serta sejumlah bidang dan bagian yang akan menjalankan program kerja organisasi selama Masa Khidmat 2026–2028.
Kepengurusan baru PCINU Malaysia Masa Khidmat 2026–2028 diharapkan dapat melanjutkan berbagai program organisasi serta memperkuat pelayanan keagamaan, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan bagi warga Nahdliyin dan masyarakat Indonesia di Malaysia.
Segenap Redaksi MPPM NEWS mengucapkan selamat dan sukses kepada Pengurus PCINU Malaysia Masa Khidmat 2026–2028 yang baru dilantik. Semoga amanah dalam menjalankan tugas, istiqamah dalam khidmat, serta senantiasa memberikan manfaat bagi umat, bangsa, dan masyarakat Indonesia di Malaysia.
(MPPM NEWS)
