KAJANG, MPPM NEWS — Majlis Persatuan & Persaudaraan Masyarakat Madura (MPPM) menggelar Konferensi Besar MPPM Tahun 2026 di Kantor MPPM, Kajang Selangor, Rabu malam (17/6). Forum yang berlangsung hingga Kamis dini hari itu menghasilkan sejumlah keputusan penting terkait arah pengembangan organisasi, penguatan sinergi antara MPPM dan Persatuan Permuafakatan Masyarakat Madura Malaysia (PPMM), serta program Kartu Tanda Anggota (KTA).
Konferensi dihadiri jajaran pembina, pengurus harian, ketua-ketua divisi, serta anggota pengurusan MPPM. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Pembina MPPM H. Hakim, Sekretaris Pembina Ust. Rudi Mahfud beserta jajaran pembina, Ketua Umum MPPM Edy Mulyono bin Sutomo (H. Bung Muhdar), Wakil Ketua Umum Moh Azizul, Sekretaris Jenderal Abdul Kholik, Bendahara Umum H. Mahrus, para ketua divisi, serta jajaran pengurus lainnya.
Konferensi Besar yang merupakan amanat Pasal 34 Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) MPPM tersebut dipimpin oleh Wakil Sekretaris MPPM, Mahfud Budiono.
Baca juga: Pengurus MPPM Periode 2025–2027 Resmi Dilantik di Selangor
Konferensi diawali dengan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program kerja seluruh divisi dan unit selama hampir satu tahun masa kepengurusan sejak pelantikan pengurus MPPM pada 27 Juli 2025. Masing-masing divisi dan unit menyampaikan laporan pelaksanaan program, capaian kegiatan, serta berbagai kendala yang dihadapi selama periode kepengurusan berjalan. Para peserta juga membahas langkah-langkah perbaikan yang diperlukan untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan program pada periode berikutnya.
Salah satu pembahasan utama dalam konferensi adalah penguatan peran Persatuan Permuafakatan Masyarakat Madura Malaysia (PPMM) sebagai organisasi penaung. Dalam forum tersebut, Sekretaris Jenderal MPPM Abdul Kholik menegaskan pentingnya memperkuat sinergi antara PPMM dan MPPM agar keduanya dapat berjalan seiring dalam melayani masyarakat dan mempererat kebersamaan warga Madura.
Menurutnya, PPMM dan MPPM memiliki peran yang saling melengkapi. PPMM sebagai pertubuhan yang terdaftar di Malaysia memiliki kedudukan penting sebagai organisasi penaung, sementara MPPM selama ini aktif menjalankan berbagai program sosial, kemasyarakatan, pendidikan, perlindungan, dan pelayanan kepada warga. Karena itu, kolaborasi antara kedua organisasi dinilai penting untuk memperkuat pelayanan serta memperluas manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.
Dalam bidang keanggotaan, konferensi menetapkan program Kartu Tanda Anggota (KTA) sebagai salah satu prioritas organisasi. Program tersebut dipandang penting untuk memperkuat basis data anggota, meningkatkan tertib administrasi, serta mendukung penyusunan program yang lebih terarah.
Untuk mendukung pelaksanaannya, konferensi menyepakati pembentukan panitia lintas divisi yang akan bertanggung jawab mengawal pendataan anggota, pengembangan sistem, sosialisasi, pencetakan, distribusi, serta perekrutan anggota baru.
Untuk mengawal program tersebut, konferensi menunjuk Ust. Jakfar dari Divisi Pengembangan Organisasi, Ust. Syarif dari Divisi Perlindungan, Ust. Moh Ali dari Divisi Humas, Ust. Roman Jazuli dari Divisi Dakwah dan Pendidikan, Bapak Gazali dan Abdul Jalil dari Divisi Media dan Informasi, serta Mohammad Rifi’ dari Divisi Pengembangan Ekonomi sebagai panitia lintas divisi.
Adapun susunan jabatan panitia yang meliputi Ketua, Sekretaris, Bendahara, Koordinator IT dan Pengembangan Sistem, Koordinator Pendataan Anggota, Koordinator Pencetakan dan Distribusi, serta Koordinator Sosialisasi akan ditetapkan melalui musyawarah panitia pada tahap berikutnya.
Forum juga menekankan pentingnya pembagian tugas yang jelas dan kerja kolektif di setiap divisi agar pelaksanaan program tidak bertumpu pada satu atau dua orang, melainkan menjadi tanggung jawab bersama seluruh pengurus.
Selain membahas program kerja dan arah organisasi ke depan, konferensi juga menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan program yang telah berjalan serta menyiapkan langkah-langkah pengembangan untuk periode mendatang.
Menjelang penutupan, peserta konferensi sepakat bahwa keberhasilan organisasi tidak ditentukan oleh banyaknya rapat atau keputusan yang dihasilkan, melainkan oleh kemampuan seluruh pengurus untuk melaksanakan dan mengawal setiap keputusan menjadi program nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Konferensi Besar MPPM Tahun 2026 secara resmi ditutup pada Kamis, 18 Juni 2026 sekitar pukul 01.00 pagi dengan semangat memperkuat organisasi, meningkatkan pelayanan, dan mempererat kebersamaan warga Madura.
