PMI Banyuwangi Meninggal di Malaysia, Sempat Terlantar, Jenazah Dipulangkan

Petugas Tim SIAGA MPPM mengevakuasi PMI dalam kondisi sakit menggunakan kendaraan operasional di kawasan Puchong Jaya, Selangor, Malaysia

KUALA LUMPUR | MPPM NEWS – Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) bernama Jumila (48), asal Banyuwangi, Jawa Timur, meninggal dunia di Malaysia pada 25 April 2026 pukul 20.33 waktu setempat di kawasan Puchong Jaya, Selangor.

Korban sebelumnya ditemukan dalam kondisi terlantar dan sakit oleh sesama warga negara Indonesia. Berdasarkan laporan Polis Diraja Malaysia Nomor Puchong/005051/26, Jumila ditemukan dalam keadaan tidak sedarkan diri sebelum petugas ambulans yang tiba di lokasi mengesahkan kematiannya.

Hasil pemeriksaan menyebutkan korban meninggal akibat penyakit kencing manis (diabetes). Tidak ditemukan unsur tindak pidana, dan proses postmortem tidak dilakukan.

Kematian tersebut tercatat dalam Register of Death Malaysia Nomor 1967570 dan diperkuat dengan Surat Bukti Pencatatan Kematian dari KBRI Kuala Lumpur.

Baca juga: PMI Banyuwangi Terlantar Sakit Parah di Puchong, MPPM Turun Tangan Darurat

Jumila diketahui berasal dari Dusun Muncar, RT 002 RW 003, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Kasus ini bermula dari laporan warga yang menemukan korban dalam kondisi tidak terurus di kawasan Puchong Jaya. Laporan tersebut kemudian diteruskan kepada MPPM (Majlis Persatuan & Persaudaraan Masyarakat Madura).

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim SIAGA MPPM langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan membawa korban ke Klinik Mediviron Puchong guna mendapatkan penanganan medis awal.

Selain penanganan medis, tim juga mengurus dokumen administratif sebagai bagian dari rencana pemulangan korban ke Indonesia. KBRI Kuala Lumpur menerbitkan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) pada 23 April 2026, yang kemudian dilanjutkan dengan proses pelepasan imigrasi Malaysia pada 24 April 2026, termasuk penyelesaian compound (COM) dan izin keluar negara.

Pemulangan sempat direncanakan, namun kondisi korban yang terus menurun membuat keberangkatan harus ditunda.

Bendahara Tim SIAGA sekaligus Bendahara Divisi Perlindungan MPPM, Busri Taufik, mengatakan seluruh proses telah disiapkan sebelum kondisi korban memburuk.

“Proses pemulangan sudah kami selesaikan, mulai dari SPLP hingga pelepasan imigrasi. Rencananya diberangkatkan keesokan hari, namun karena kondisi sangat lemah, kami tunda,” ujarnya.

Pada 25 April 2026, sebelum sempat dipulangkan dalam kondisi hidup, korban kembali mengalami penurunan kondisi hingga akhirnya ditemukan tidak sadarkan diri dan dinyatakan meninggal dunia oleh petugas medis.

Pasca kejadian, Tim SIAGA MPPM melakukan koordinasi dengan pihak ambulans serta melaporkan peristiwa tersebut ke Balai Polis Puchong Jaya. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis sebelumnya, pihak kepolisian memberikan kelonggaran tanpa kewajiban membawa jenazah ke rumah sakit maupun menjalani proses postmortem.

Proses selanjutnya dilakukan bersama KBRI Kuala Lumpur untuk pengurusan Surat Bukti Pencatatan Kematian sebagai dasar administratif pemulangan jenazah ke Indonesia.

Tim SIAGA MPPM kemudian menangani seluruh proses penanganan jenazah, mulai dari pemandian, pengawetan (embalming), hingga persiapan pengemasan untuk penerbangan internasional.

Jenazah Jumila dipulangkan ke Indonesia pada 27 April 2026 melalui rute Kuala Lumpur–Surabaya. Setibanya di Bandara Internasional Juanda, penanganan lanjutan dibantu oleh BP2MI hingga jenazah diberangkatkan ke rumah duka di Banyuwangi.

Ketua Umum MPPM, H. Bung Muhdar, mengimbau pentingnya kepedulian antar sesama PMI di luar negeri.

“Jika ada yang mengalami kesulitan, segera dilaporkan agar bisa ditangani lebih cepat,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran aktif pemerintah daerah asal dalam situasi darurat.

“Koordinasi cepat dari semua pihak, termasuk pemerintah desa dan daerah, sangat penting agar keselamatan warga dapat segera ditangani,” katanya.

Baca juga: PMI Asal Sampang Fatmawati Akhirnya Dipulangkan MPPM

Baca juga: PMI Sampang Sakit di Malaysia Dipulangkan MPPM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *