Tim SIAGA MPPM Tindaklanjuti Laporan Ibu dan Anak Terlantar di Setapak Kuala Lumpur

Tim SIAGA MPPM melakukan verifikasi lapangan terhadap seorang ibu warga Indonesia yang hidup terlantar bersama anaknya di kawasan Setapak, Kuala Lumpur

KUALA LUMPUR | MPPM NEWS — Tim SIAGA MPPM menindaklanjuti laporan warga terkait seorang ibu warga negara Indonesia bersama anaknya yang ditemukan hidup terlantar di kawasan Setapak, Kuala Lumpur. Perempuan tersebut diketahui mengalami gangguan pada kaki yang membuatnya tidak dapat berjalan sehingga harus bertahan di ruang terbuka tanpa tempat tinggal yang layak.

Laporan mengenai keberadaan ibu dan anak tersebut diterima Tim SIAGA MPPM pada 17 Juni 2026. Menindaklanjuti informasi yang masuk, tim segera melakukan pemantauan dan verifikasi lapangan di kawasan Setapak untuk memastikan kondisi yang sebenarnya.

Saat tiba di lokasi, tim mendapati seorang perempuan bersama anaknya berada di area trotoar dengan sejumlah barang pribadi di sekitarnya. Di tempat itulah keduanya menjalani hari-hari mereka tanpa tempat tinggal maupun perlindungan yang memadai.

Baca juga: PMI Banyuwangi Meninggal di Malaysia, Sempat Terlantar, Jenazah Dipulangkan

Berdasarkan hasil pemantauan lapangan, perempuan tersebut mengalami gangguan pada kaki yang menyebabkan dirinya tidak dapat berjalan. Keadaan tersebut membuatnya lebih banyak berbaring di trotoar dan kesulitan menjalankan aktivitas sehari-hari secara mandiri.

Tanpa tempat tinggal yang layak, ibu dan anak tersebut harus bertahan di ruang terbuka. Saat cuaca panas mereka terpapar terik matahari, sementara ketika hujan mereka harus menghadapi kondisi yang sama tanpa perlindungan yang memadai.

Menurut keterangan warga sekitar, kebutuhan makan dan minum sehari-hari selama ini diperoleh dari bantuan warga yang merasa prihatin terhadap keadaan mereka. Bantuan diberikan secara sukarela sesuai kemampuan masing-masing.

Saat pertama kali ditemukan, perempuan tersebut tidak memiliki dokumen identitas yang dapat menunjukkan asal-usul maupun data dirinya. Tim SIAGA MPPM kemudian melakukan penelusuran dan berkoordinasi dengan pihak keluarga di Indonesia hingga akhirnya memperoleh salinan Kartu Keluarga sebagai dasar verifikasi identitas.

Dari hasil verifikasi tersebut, perempuan yang bersangkutan diketahui bernama Ina Marisa, warga asal Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau.

Mengingat situasi yang memerlukan penanganan lebih lanjut, Tim SIAGA MPPM kemudian melakukan koordinasi dengan pihak keluarga di Indonesia serta menyampaikan laporan kepada KBRI Kuala Lumpur. Dokumentasi lapangan dan dokumen pendukung turut disampaikan sebagai bahan tindak lanjut dan pertimbangan penanganan.

Sekretaris Jenderal MPPM, Abdul Kholik, mengatakan keadaan yang dialami Ina Marisa bersama anaknya memerlukan perhatian dan penanganan segera dari pihak terkait.

“Kami telah menyampaikan laporan ini kepada KBRI Kuala Lumpur agar yang bersangkutan bersama anaknya dapat memperoleh pendampingan, fasilitasi, dan perlindungan yang diperlukan. Tim SIAGA MPPM siap membantu proses pendampingan dan koordinasi apabila dibutuhkan dalam penanganan lebih lanjut,” katanya.

MPPM menyatakan telah menyerahkan informasi, dokumentasi lapangan, serta dokumen pendukung kepada pihak terkait dan berharap proses penanganan dapat segera dilakukan demi keselamatan serta perlindungan ibu dan anak tersebut.

Hingga berita ini ditulis, Tim SIAGA MPPM masih menunggu tindak lanjut dari pihak berwenang terkait langkah penanganan terhadap Ina Marisa dan anaknya.

Laporan: Tim SIAGA MPPM

Baca juga: MPPM Evakuasi dan Tangani WNI Terlantar di Sungai Buloh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *