SURABAYA, MPPMNEWS.ID – Tim Pengurusan dan Pemulangan Jenazah MPPM di bawah koordinasi Persatuan Permuafakatan Masyarakat Madura Malaysia (PPMM) berhasil memulangkan tiga jenazah warga asal Madura ke tanah air dalam satu hari pada Jumat (19/6/2026).
Ketiga jenazah yang dipulangkan tersebut berasal dari dua kabupaten di Pulau Madura, yakni Bangkalan dan Sumenep. Mereka adalah Rachmawati (44), warga Desa Burneh, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan; Baby of Niseh, anak asal Desa Klabetan, Kecamatan Sepulu, Kabupaten Bangkalan; serta Tutik (59), warga Desa Manding Laok, Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep.
Berdasarkan dokumen medis yang menjadi bagian dari proses pemulangan, Rachmawati meninggal dunia pada 17 Juni 2026 akibat kanker rahim stadium akhir yang disertai diabetes dan hipertensi. Pada tanggal yang sama, Baby of Niseh meninggal dunia di Hospital Ampang, Selangor, akibat multi organ failure yang berkaitan dengan nephrotic syndrome. Sementara itu, Tutik meninggal dunia akibat kanker payudara stadium akhir yang disertai diabetes dan hipertensi.
Baca juga : MPPM Tangani Pemulangan Jenazah PMI Pamekasan dari Malaysia
Setelah seluruh proses pengurusan jenazah dan dokumen pemulangan selesai, ketiga jenazah diberangkatkan dari Kuala Lumpur menuju Bandara Internasional Juanda Surabaya menggunakan penerbangan Malaysia Airlines.
Menurut Ghazali, ketiga jenazah semula dijadwalkan diberangkatkan pada waktu yang berbeda. Namun setelah terjadi penyesuaian jadwal penerbangan, seluruh jenazah akhirnya dapat dipulangkan ke Indonesia pada Jumat (19/6/2026).
Setibanya di Surabaya, dua jenazah tujuan Bangkalan selanjutnya diantar menuju rumah duka menggunakan ambulans MPPM. Sementara jenazah tujuan Sumenep dijemput langsung oleh pihak keluarga untuk dibawa ke kampung halamannya.
Petugas Tim Pengurusan dan Pemulangan Jenazah MPPM, Ghazali, mengatakan proses pemulangan ketiga jenazah berjalan lancar berkat kerja sama berbagai pihak di Malaysia maupun Indonesia.
“Alhamdulillah hari ini tiga jenazah berhasil kami pulangkan ke tanah air. Meskipun sempat ada penyesuaian jadwal penerbangan, seluruh proses berjalan lancar hingga jenazah diterima oleh keluarga masing-masing,” kata Ghazali.
Menurutnya, proses pemulangan jenazah melibatkan koordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari rumah sakit, instansi terkait di Malaysia, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, maskapai penerbangan, hingga keluarga penerima di Indonesia.
“Dua jenazah tujuan Bangkalan kami lanjutkan menggunakan ambulans MPPM menuju rumah duka, sedangkan satu jenazah tujuan Sumenep dijemput langsung oleh pihak keluarga,” ujarnya.
Pemulangan tiga jenazah dalam satu hari tersebut menjadi bagian dari pelayanan kemanusiaan yang terus dijalankan Tim Pengurusan dan Pemulangan Jenazah MPPM bagi warga Indonesia yang mengalami musibah di Malaysia. Proses yang dilakukan meliputi pengurusan jenazah sesuai syariat Islam, penyelesaian administrasi, koordinasi dengan berbagai pihak terkait, hingga pemulangan dan penyerahan jenazah kepada keluarga di daerah asal.
Keluarga besar MPPM menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Rachmawati, Tutik, serta Baby of Niseh. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kedua almarhumah, mengampuni segala dosa dan khilaf mereka, melapangkan kubur mereka, serta menempatkan keduanya di tempat terbaik di sisi-Nya. Adapun almarhum Baby of Niseh, semoga menjadi penghuni surga. Semoga seluruh keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kesabaran, dan kekuatan dalam menghadapi musibah ini. Aamiin ya Rabbal Alamin.
Baca juga: MPPM Resmi Buka Pelayanan Pemulangan Jenazah PMI Malaysia–Indonesia
