SURABAYA | MPPM NEWS – Majlis Persatuan & Persaudaraan Masyarakat Madura (MPPM), unit kemanusiaan di bawah naungan Persatuan Permuafakatan Masyarakat Madura Malaysia (PPMM), kembali mengawal pemulangan jenazah Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang meninggal dunia di Malaysia.
Almarhum Ahmadi Efendi (49) merupakan warga Dusun Suko Barat, Desa Kramat Sukoharjo, Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Berdasarkan dokumen resmi KBRI Kuala Lumpur dan pihak berwenang Malaysia, almarhum meninggal dunia pada 6 Juni 2026 di Kuala Lumpur.
Menurut laporan medis yang diterbitkan pihak berwenang Malaysia, almarhum meninggal akibat penyakit buah pinggang tahap empat yang disertai diabetes mellitus dan hipertensi.
Baca juga: MPPM Resmi Buka Pelayanan Pemulangan Jenazah PMI Malaysia–Indonesia
Dalam penanganan kasus tersebut, petugas pelayanan pemulangan jenazah MPPM, Gjazali, mengurus seluruh keperluan pemulangan, mulai dari dokumen rumah sakit, laporan kepolisian, registrasi kematian, dokumen perjalanan jenazah, hingga pengaturan penerbangan ke Indonesia.
“Alhamdulillah seluruh urusan berjalan lancar. Kami berusaha memastikan setiap jenazah PMI dapat dipulangkan secepat mungkin agar keluarga dapat segera menerima dan memakamkannya di kampung halaman,” ujar Gjazali.
Setelah seluruh dokumen selesai diproses, jenazah diberangkatkan dari Kuala Lumpur menuju Surabaya menggunakan Malaysia Airlines penerbangan MH873 pada 7 Juni 2026.
Setibanya di Bandara Internasional Juanda, jenazah diterima pihak keluarga sebelum dibawa ke Kabupaten Jember untuk dimakamkan di kampung halamannya.
Pihak keluarga turut menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada MPPM serta seluruh pihak yang telah membantu proses pemulangan almarhum hingga dapat kembali ke tanah air.
MPPM menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Ahmadi Efendi serta berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi musibah tersebut.
Pemulangan jenazah ini merupakan bagian daripada layanan kemanusiaan MPPM dalam membantu PMI dan warga Indonesia di Malaysia yang membutuhkan pendampingan penanganan jenazah hingga proses pemulangan ke daerah asal di Indonesia.
