SLIM RIVER, MPPMNEWS.ID – Setelah berjuang selama empat hari melawan luka berat akibat kecelakaan lalu lintas, KH Mohammad Rizki Darqutni Khosin, ulama asal Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, wafat saat menjalani perawatan intensif di Hospital Slim River, Perak, Malaysia, pada Kamis (9/7/2026) pukul 15.21 waktu Malaysia.
Musibah bermula pada Senin (6/7/2026) sekitar pukul 07.00 waktu Malaysia, ketika mobil yang ditumpangi almarhum di Lebuh Raya Tanjung Malim–Ipoh diduga kehilangan kendali setelah salah satu rodanya terlepas sebelum akhirnya terguling. Akibat kecelakaan tersebut, almarhum meKH Mohammad Rizki Darqutni Wafat di Malaysiangalami cedera berat disertai pendarahan di bagian kepala dan langsung mendapatkan penanganan medis.
diketahui melalui paspor yang dibawanya. Namun, pihak rumah sakit belum berhasil menghubungi keluarga di Indonesia. Menindaklanjuti kondisi tersebut, Majlis Persatuan dan Persaudaraan Masyarakat Madura (MPPM) melalui MPPMNEWS.ID menerbitkan pemberitaan dan mengajak masyarakat membantu mencari keberadaan keluarga agar proses penanganan medis dapat segera dikoordinasikan.
Baca juga: MPPM Kunjungi KH Mohammad Rizki Darqutni Khosin, Kondisi Semakin Kritis
Pemberitaan tersebut mendapat perhatian luas dari masyarakat Indonesia di Malaysia maupun di Tanah Air. Berkat berbagai upaya yang dilakukan, keluarga korban akhirnya berhasil dihubungi. KH Basid, kakak kandung almarhum, segera berangkat ke Malaysia untuk mendampingi adiknya. Sehari kemudian, istri dan anak almarhum juga tiba di Malaysia dan terus mendampingi beliau selama menjalani perawatan intensif di Hospital Slim River.
Sejak hari pertama musibah, MPPM terus melakukan pendampingan, mulai dari membantu menghubungi keluarga korban, berkoordinasi dengan pihak rumah sakit, mendampingi kebutuhan keluarga selama proses perawatan, mengunjungi korban, hingga berkoordinasi dengan KBRI Kuala Lumpur terkait proses administrasi dan pemulangan jenazah.
Sebagai bentuk kepedulian, Ketua Umum MPPM H. Bung Muhdar bersama Wakil Ketua Azisul, Sekretaris Jenderal Abdul Kholik, Ketua Humas H. Marjudi, serta jajaran pengurus MPPM mengunjungi KH Mohammad Rizki Darqutni Khosin di Hospital Slim River untuk memberikan dukungan moril kepada keluarga sekaligus memantau langsung perkembangan kondisi beliau yang saat itu masih kritis.
Namun, setelah menjalani perawatan intensif selama empat hari, KH Mohammad Rizki Darqutni Khosin dinyatakan wafat pada Kamis (9/7/2026) pukul 15.21 waktu Malaysia.
Ketua Umum MPPM, H. Bung Muhdar, menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya almarhum.
“Atas nama keluarga besar MPPM, kami menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya KH Mohammad Rizki Darqutni Khosin. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah beliau, mengampuni segala khilafnya, melapangkan alam kuburnya, serta menempatkan almarhum di surga-Nya. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga Allah SWT memberikan kesabaran, ketabahan, dan keikhlasan dalam menghadapi musibah ini,” ujar H. Bung Muhdar.
Sementara itu, kakak kandung almarhum, KH Basid, menyampaikan terima kasih kepada MPPM dan seluruh masyarakat yang telah memberikan perhatian, bantuan, serta doa sejak awal musibah menimpa adiknya.
“Atas nama keluarga, kami mengucapkan terima kasih kepada MPPM dan seluruh masyarakat yang telah membantu serta mendoakan adik kami sejak awal musibah ini. Semoga Allah SWT membalas semua kebaikan panjenengan. Kami juga memohon doa agar Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhum serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya,” ujar KH Basid.
Saat ini MPPM bersama keluarga masih berkoordinasi dengan KBRI Kuala Lumpur, pihak rumah sakit, dan instansi terkait agar proses administrasi serta pemulangan jenazah ke Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, dapat berjalan lancar.
Kepergian KH Mohammad Rizki Darqutni Khosin meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, para santri, sahabat, dan masyarakat yang mengenal beliau. Ucapan belasungkawa dan doa terus mengalir dari berbagai daerah di Indonesia maupun Malaysia sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada almarhum.
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhum, mengampuni segala dosanya, melapangkan alam kuburnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.
Baca juga: WNI Asal Sampang Kritis Usai Kecelakaan di Ipoh, Keluarga Korban Dicari
