KUALA LUMPUR, MPPMNEWS.ID – Jenazah KH Mohammad Rizki Darqutni Khosin (39), ulama asal Desa Kamondung, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, dipulangkan ke Indonesia pada Jumat (10/7/2026) setelah meninggal dunia akibat kecelakaan saat menjalani safari dakwah di Malaysia.
Sejak musibah terjadi, Majlis Persatuan & Persaudaraan Masyarakat Madura (MPPM) terlibat dalam seluruh rangkaian penanganan, mulai dari membantu mencari keluarga ketika KH Mohammad Rizki berada dalam kondisi kritis, mengikuti perkembangan selama perawatan, hingga mengurus dan memulangkan jenazah ke Indonesia.
KH Mohammad Rizki berada di Malaysia dalam rangka safari dakwah dari Indonesia. Pada Senin, 6 Juli 2026, sekitar pukul 07.00 waktu setempat, kendaraan yang ditumpanginya mengalami kecelakaan di Lebuh Raya Tanjung Malim–Ipoh
Baca juga: KH Mohammad Rizki Darqutni Wafat di Malaysia
Akibat kecelakaan tersebut, KH Mohammad Rizki mengalami cedera berat disertai pendarahan serius di bagian kepala dan harus menjalani perawatan intensif. Hingga sekitar pukul 14.00 waktu setempat, atau beberapa jam setelah kecelakaan terjadi, pihak keluarga belum berhasil ditemukan maupun dihubungi.
MPPM kemudian membantu mencari keluarga dengan menyebarluaskan informasi kepada masyarakat Indonesia, khususnya warga Madura di Malaysia dan Kabupaten Sampang, sembari berkoordinasi terkait penanganan medis KH Mohammad Rizki. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil setelah pihak keluarga berhasil ditemukan dan dihubungi.
Setelah komunikasi terjalin, kakak kandung KH Mohammad Rizki, KH Basit, datang dari Indonesia ke Malaysia. Keesokan harinya, istri almarhum, Nyai Ana, bersama iparnya, Lora Umar, turut menyusul. Ketika KH Mohammad Rizki meninggal dunia, ketiganya telah berada di Malaysia bersama paman almarhum, KH Hasan, yang sebelumnya memang berada di negara tersebut.
Setelah menjalani perawatan intensif dalam kondisi kritis, KH Mohammad Rizki meninggal dunia pada Kamis, 9 Juli 2026, pukul 15.16 waktu setempat di Hospital Slim River, Perak.
Kakak kandung almarhum, KH Basit, menyampaikan terima kasih kepada MPPM dan seluruh masyarakat yang telah memberikan perhatian, bantuan, serta doa sejak awal musibah menimpa adiknya.
“Atas nama keluarga, kami mengucapkan terima kasih kepada MPPM dan seluruh masyarakat yang telah membantu serta mendoakan adik kami sejak awal musibah ini. Semoga Allah SWT membalas semua kebaikan panjenengan. Kami juga memohon doa agar Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhum serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya,” ujar KH Basit.
Setelah Surat Bukti Pencatatan Kematian diterbitkan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur dan seluruh dokumen yang diperlukan selesai diurus, jajaran MPPM berangkat ke Hospital Slim River, Perak, untuk menjemput jenazah.
Penjemputan itu tidak hanya dilakukan oleh tim Unit Pengurusan dan Pemulangan Jenazah MPPM. Sebagai penghormatan kepada almarhum yang dikenal sebagai seorang ulama dan datang ke Malaysia dalam rangka safari dakwah, Ketua Umum, wakil ketua, sekretaris jenderal, serta sejumlah pengurus MPPM turut hadir langsung di rumah sakit.
Dari Hospital Slim River, jenazah dibawa ke Masjid Tun Abdul Aziz, Petaling Jaya, Selangor. Di masjid tersebut, tim Unit Pengurusan dan Pemulangan Jenazah bersama jajaran pengurus inti serta sejumlah anggota MPPM yang hadir secara sukarela mengurus jenazah sesuai syariat Islam, mulai dari memandikan, mengafani, hingga menyalatkannya.
Usai seluruh proses pengurusan di masjid, jenazah dibawa ke HQ Unit Pengurusan dan Pemulangan Jenazah MPPM untuk pengemasan akhir dan penempatan ke dalam peti sesuai standar penerbangan internasional.
Pada Jumat, 10 Juli 2026, jenazah dibawa ke Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) untuk diterbangkan ke Indonesia. Penerbangan menuju Surabaya dijadwalkan berangkat pukul 13.15 waktu Malaysia dan tiba di Bandara Internasional Juanda pukul 14.50 WIB.
Setibanya di Bandara Internasional Juanda, Surabaya, jenazah dijemput langsung oleh pihak keluarga, kemudian dibawa ke kampung halaman almarhum di Desa Kamondung, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, untuk dimakamkan.
MPPM turut menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya KH Mohammad Rizki Darqutni Khosin. Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa almarhum, menerima seluruh amal ibadah dan perjuangan dakwahnya, melapangkan kuburnya, serta memberikan kesabaran dan ketabahan kepada keluarga, para santri, dan seluruh masyarakat yang ditinggalkan.
(MPPM NEWS)
Baca juga: MPPM Kunjungi KH Mohammad Rizki Darqutni Khosin, Kondisi Semakin Kritis
Baca juga: WNI Asal Sampang Kritis Usai Kecelakaan di Ipoh, Keluarga Korban Dicari
