PAMEKASAN, MPPMNEWS.ID — Jenazah Samaniyah, Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Pamekasan, tiba di Desa/Kelurahan Waru Timur, Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Kamis (10/9/2026). Setibanya di Waru Timur, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga.
Setelah tiba di Surabaya, jenazah Samaniyah melanjutkan perjalanan darat menuju Pamekasan. Tim Pengurusan dan Pemulangan Jenazah (TPPJ) MPPM membawa jenazah menggunakan ambulans jenazah hingga ke Waru Timur.
Sebelum perjalanan darat tersebut, jenazah Samaniyah diberangkatkan dari Kuala Lumpur menuju Surabaya menggunakan Malaysia Airlines MH873, Kamis (10/9/2026), pukul 13.15 waktu Malaysia. Berdasarkan dokumen pengiriman, penerbangan tersebut tercatat tiba di Surabaya pukul 14.50 waktu setempat.
Baca juga: Jenazah PMI Pamekasan Samaniyah Dipulangkan dari Malaysia
Pengurusan jenazah dilakukan TPPJ MPPM di bawah koordinasi Persatuan Permuafakatan Masyarakat Madura Malaysia (PPMM), setelah proses administrasi kematian dan kepulangan di Malaysia diselesaikan.
Samaniyah, 44 tahun, tercatat sebagai PMI undocumented. Ia meninggal dunia pada 23 Agustus 2026 pukul 15.15 waktu Malaysia di Hospital Tengku Permaisuri Norashikin, Kajang, Selangor.
Berdasarkan Surat Bukti Pencatatan Kematian yang diterbitkan KBRI Kuala Lumpur, penyebab kematian Samaniyah tercatat sebagai cardiogenic shock secondary to acute coronary syndrome and septic shock secondary to hospital acquired infection.
Dokumen tersebut mencatat syok kardiogenik yang berkaitan dengan sindrom koroner akut serta syok septik yang berkaitan dengan infeksi yang didapat di rumah sakit.
Permintaan pengiriman jenazah tercatat diajukan Sanito Marwi Mulya, sepupu almarhumah. Di Indonesia, jenazah diterima Saniti yang tercatat sebagai mertua almarhumah.
Baca juga: Benarkah Status Nonprosedural Menghambat Pemulangan Jenazah PMI?
Baca juga: PMI Tana Toraja Meninggal di Malaysia, TPPJ MPPM Urus Jenazah
Baca juga: Jenazah Unziyah Tiba di Bawean, TPPJ MPPM Dampingi Pemulangan
