KUALA LUMPUR, MPPMNEWS.ID — Sekitar 1.000 orang menghadiri Milad I RABITAH Malaysia yang dirangkai dengan Halal Bihalal dan Haul KH. Fahruddin Ghazali ke-VII di Urban Transformation Centre (UTC) Keramat, Kuala Lumpur, Ahad (13/9/2026).
Milad pertama Ruang Alumni Bersama Simpatisan Al-Ghazali (RABITAH) itu mempertemukan ulama, tokoh masyarakat, serta pimpinan organisasi Madura di Malaysia. Ketua Pimpinan Pusat RABITAH, Lora Kholil Nizar, yang merupakan salah satu pengasuh Pondok Pesantren Al-Ghazali, Sabreh, Bangkalan, turut hadir dalam kegiatan tersebut.
MPPM hadir melalui Ketua Umum H. Bung Muhdar, Wakil Ketua Bapak Azizul, Sekretaris Jenderal MPPM, serta seluruh jajaran pengurus. Forum Komunikasi Organisasi Madura (F-KOM) turut hadir melalui Koordinator Ust. Mayuri Ahmad bersama para pimpinan organisasi anggotanya.
Baca juga: Ribuan Masyarakat Hadiri Haul Masyayikh Bani Itsbat di Kuala Lumpur
Baca juga: Ribuan Jamaah Hadiri Majlis Malam Cinta Rasul dan Milad MPPM Subang Perdana
Acara dibuka dengan tahlil dan pembacaan Yasin yang dipimpin Kiai Mahmudi. Mewakili panitia sekaligus mewakili Ketua RABITAH Malaysia, Ust. Muslihin menyampaikan terima kasih kepada para ulama, tokoh masyarakat, pimpinan organisasi, dan seluruh peserta yang hadir.

Koordinator F-KOM, Ust. Mayuri Ahmad, menekankan pentingnya memperkuat solidaritas dan kekompakan antarorganisasi Madura dalam F-KOM. Ia menyoroti bahwa kegiatan ORMAS pada masa sebelumnya kerap dihadiri banyak anggota, sementara belakangan partisipasi dalam berbagai kegiatan mulai berkurang. Karena itu, Mayuri mengajak ketua, pengurus hingga jamaah F-KOM untuk kembali memperkuat kekompakan dan kebersamaan dalam kehidupan organisasi.

Dalam tausyiahnya, Lora Kholil Nizar berbicara tentang solidaritas dan peran alumni dalam perjalanan RABITAH. Ia menekankan pentingnya menjaga silaturahmi dan hubungan antarpeserta.
Menurutnya, pertemuan tahunan yang menjadi ruang untuk kembali bertemu dan menyambung silaturahmi semestinya disebut Halal Bihalal, bukan Milad. Ia menjelaskan, Milad berkaitan dengan bertambahnya usia organisasi. Ia juga menilai Halal Bihalal perlu digelar setiap tahun.

Dalam praktik sosial-keagamaan di Indonesia, istilah Halal Bihalal sangat lekat dengan tradisi silaturahmi setelah Idulfitri.
Setelah membahas pentingnya pertemuan dan silaturahmi, Lora Kholil kemudian mengingatkan pesan Hadratussyekh KH. Muhammad Hasyim Asy’ari tentang pentingnya menjaga jamaah dan persatuan. Ia mengutip hadis Rasulullah SAW yang dicantumkan dalam Muqaddimah Qanun Asyasi:
فَعَلَيْكُمْ بِالْجَمَاعَةِ، فَإِنَّمَا يَأْكُلُ الذِّئْبُ مِنَ الْغَنَمِ الْقَاصِيَةِ“
Berpeganglah pada jamaah, karena sesungguhnya serigala hanya memangsa kambing/domba yang menyendiri dari kawanannya.”
Lora Kholil menegaskan bahwa kebersamaan dan kekompakan merupakan kekuatan yang perlu terus dijaga dalam organisasi.
Usai tausyiah, jamaah mengikuti shalawat dan Mahallul Qiyam bersama Jamiyah Sholawat Sa’adatul Ahbab.

Rangkaian Milad I RABITAH Malaysia yang dirangkai dengan Halal Bihalal dan Haul KH. Fahruddin Ghazali ke-VII ditutup dengan doa oleh Lora Kholil Nizar.
Baca juga: Pengurus MPPM Periode 2025–2027 Resmi Dilantik di Selangor
Baca jiga: Ribuan WNI Hadiri Haul Akbar Syaichona Mohammad Cholil di Malaysia
Baca juga: Ribuan Masyarakat Madura Hadiri Majlis Selawat Akbar dan Ceramah Maal Hijrah 1448 H di Shah Alam
