KAJANG, MPPMNEWS.ID – Tim Pengurusan dan Pemulangan Jenazah Majlis Persatuan dan Persaudaraan Masyarakat Madura (MPPM) di bawah koordinasi Persatuan Permuafakatan Masyarakat Madura Malaysia (PPMM) mengurus jenazah hingga pemakaman seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang meninggal dunia di Malaysia setelah tidak ada anggota keluarga yang mengurus jenazahnya.
PMI tersebut adalah almarhumah Yeti Cahyono (55), warga Desa Sukodadi, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Almarhumah meninggal dunia di Hospital Canselor Tuanku Muhriz (HCTM), Kuala Lumpur, pada 26 Juni 2026 pukul 20.45 waktu Malaysia. Berdasarkan dokumen yang diterima MPPMNEWS.ID, penyebab kematiannya masih dinyatakan Pending Laboratory Analysis, atau masih menunggu hasil analisis laboratorium dari pihak berwenang Malaysia.
Pendampingan bermula setelah Tim Pengurusan dan Pemulangan Jenazah MPPM menerima laporan dari Balai Polis setempat mengenai seorang Warga Negara Indonesia (WNI) yang meninggal dunia dan belum ada anggota keluarga di Malaysia yang mengurus jenazahnya.
Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas MPPM mendatangi Hospital Canselor Tuanku Muhriz untuk memastikan identitas almarhumah sebelum berkoordinasi dengan rekan serumah guna memperoleh informasi keluarga di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.
Setelah berhasil menghubungi pihak keluarga, Tim Pengurusan dan Pemulangan Jenazah MPPM menjelaskan kondisi almarhumah serta tahapan pengurusan jenazah. Setelah memperoleh persetujuan tertulis dari pihak keluarga, diputuskan almarhumah dimakamkan di Malaysia.
Persetujuan tersebut menjadi dasar bagi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur menerbitkan Surat Bukti Pencatatan Kematian Nomor 01706/SBPM-KL/0626/04 tertanggal 29 Juni 2026 sebagai salah satu persyaratan administrasi pemakaman.
Setelah seluruh persyaratan administrasi dinyatakan lengkap, Tim Pengurusan dan Pemulangan Jenazah MPPM melaksanakan pengurusan jenazah sesuai syariat Islam, mulai dari penjemputan di rumah sakit, pemandian, pengafanan, salat jenazah di Masjid Sungai Sekamat, hingga pemakaman di Tanah Perkuburan Islam Taman Sekamat, Kajang, Selangor.
PCI Nahdlatul Ulama Malaysia turut memfasilitasi van jenazah yang digunakan untuk mengantar almarhumah dari rumah sakit menuju Masjid Sungai Sekamat hingga ke lokasi pemakaman.
Prosesi pemakaman dihadiri Ketua Umum MPPM H. Bung Muhdar, Sekretaris Jenderal MPPM Abdul Kholik, dan Ketua Tim Pengurusan dan Pemulangan Jenazah MPPM Ghazali. Turut hadir Ust. Zuhri dari PCI Nahdlatul Ulama Malaysia yang mendampingi proses pengurusan hingga pemakaman.
Ketua Umum MPPM, H. Bung Muhdar, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhumah serta mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu proses pengurusan jenazah hingga pemakaman.
“Kami turut berduka atas wafatnya almarhumah Yeti Cahyono. Semoga Allah SWT mengampuni segala dosanya, menerima amal ibadahnya, serta memberikan kesabaran dan keikhlasan kepada keluarga yang ditinggalkan,” ujar H. Bung Muhdar.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada KBRI Kuala Lumpur, Polis Diraja Malaysia, pihak Hospital Canselor Tuanku Muhriz, pengurus Masjid Sungai Sekamat, serta PCI Nahdlatul Ulama Malaysia yang telah memfasilitasi van jenazah sehingga seluruh proses pengurusan dan pemakaman dapat berjalan dengan baik.
Seluruh rangkaian pengurusan dan pemakaman almarhumah Yeti Cahyono selesai dilaksanakan setelah pihak keluarga di Indonesia memberikan persetujuan tertulis serta seluruh persyaratan administrasi dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku di Malaysia dan syariat Islam.
Baca juga: MPPM Fasilitasi Penguburan WNI di Malaysia yang Meninggal Dunia Tanpa Keluarga
