Kisah Ibu Sutima: Delapan Bulan Terlantar di Malaysia

Ibu Sutima, pekerja migran asal Jember, saat ditemukan Tim Siaga MPPM setelah terlantar selama delapan bulan di Malaysia.

Ibu Sutima (60), warga Kelurahan Garahan, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, Jawa Timur, datang ke Malaysia untuk mencari nafkah. Selama kurang lebih lapan bulan, beliau hidup terlantar di kawasan Taman Ibunda, Paya Jaras Dalam, Sungai Buloh.

Tempat yang beliau tempati bukan sebuah rumah. Di sisi sebuah bangunan kedai terdapat ruang sempit yang hanya cukup untuk seorang duduk atau berbaring. Satu sisinya menggunakan dinding bangunan, manakala bahagian belakang dan sisi kirinya ditutup menggunakan papan lapis, papan-papan bekas, dan kardus. Sebahagian atapnya juga hanya menggunakan papan, kardus, dan selembar kain, manakala lantainya hanyalah semen.

Pakaian lusuh, botol-botol kosong, kantong plastik, dan sisa-sisa makanan berselerakan di sekeliling ruang sempit itu. Udaranya pengap dengan bau yang tidak sedap.

Selama berbulan-bulan beliau hidup tanpa keluarga di sisi. Tidak ada teman yang merawat. Untuk makan sehari-hari, beliau hanya bergantung kepada makanan yang sesekali diberikan oleh sesama Warga Negara Indonesia yang merasa prihatin.

Baca juga: PMI Banyuwangi Terlantar Sakit Parah di Puchong, MPPM Turun Tangan Darurat

Keadaan Ibu Sutima akhirnya diketahui selepas masyarakat menyampaikan laporan kepada Tim Siaga Majlis Persatuan dan Persaudaraan Masyarakat Madura (MPPM).

Ketika Tim Siaga MPPM tiba di lokasi, Ibu Sutima yang semula berbaring perlahan mencoba bangun hingga akhirnya dapat duduk. Setiap gerakannya terlihat sangat lambat.

Kedua kakinya membengkak hingga hampir ke seluruh badan. Tubuhnya tampak lemah dan tidak lagi mampu mengurus dirinya sendiri. Ketika diajak berbicara, ucapannya keluar terbata-bata sehingga sukar dipahami.

Di sela-sela ucapannya, hanya beberapa patah kata yang masih dapat dimengerti.

“…Pak… tolong… saya… pulang…””…Saya… tidak ada… siapa-siapa… di sini…”

Tim Siaga MPPM kemudian segera mengevakuasi Ibu Sutima untuk mendapatkan perawatan.

Selepas keadaan beliau mulai membaik, Tim Siaga MPPM melakukan pendataan dan menelusuri identitas beliau. Dari pendataan tersebut diketahui bahawa Ibu Sutima sudah tidak lagi memiliki dokumen identitas sehingga pemulangannya ke Indonesia tidak dapat langsung dilakukan.

Melalui koordinasi dengan Kepala Desa di Kabupaten Jember, tim akhirnya berhasil menghubungi pihak keluarga. Pemerintah desa bersama keluarga kemudian membantu melengkapi dokumen yang diperlukan sebagai syarat pengajuan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) di KBRI Kuala Lumpur.

Selama merantau, sisihkan sebahagian penghasilan sebagai dana kecemasan. Dana tersebut dapat menjadi penolong ketika sakit, kehilangan pekerjaan, atau menghadapi keadaan yang tidak diharapkan.

Bangun hubungan baik dengan sesama pekerja migran, masyarakat setempat, dan keluarga di kampung halaman.

Apabila menghadapi kesulitan, segera beritahu keluarga, sesama pekerja migran yang dapat dipercaya, atau pihak yang dapat membantu agar pertolongan dapat diupayakan lebih cepat.

Dokumen pribadi perlu dijaga dengan baik selama berada di luar negeri agar pendampingan dan pemulangan tidak terkendala apabila terjadi keadaan darurat.

Laporan masyarakat menjadi awal sehingga Ibu Sutima ditemukan. Bantuan makanan yang sesekali diberikan oleh sesama Warga Negara Indonesia membantu beliau bertahan hingga akhirnya mendapat pertolongan.

Jangan menutup mata terhadap saudara yang sedang mengalami kesulitan. Bantulah sesuai kemampuan. Insya Allah, setiap kebaikan yang kita berikan akan menjadi jalan Allah SWT menghadirkan pertolongan ketika kita sendiri menghadapi kesulitan.

Perjuangan Ibu Sutima belum berakhir. Selepas menjalani perawatan, beliau masih harus melalui pengurusan dokumen sebelum akhirnya dapat dipulangkan ke Indonesia. Perjalanan pulang itulah yang akan berlanjut pada bagian berikutnya.

Bersambung…

Baca juga: MPPM Evakuasi dan Tangani WNI Terlantar di Sungai Buloh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *